Ingin beralih ke struk digital untuk menghemat biaya operasional dan mempercepat layanan di kasir? Namun, Anda masih ragu karena membayangkan prosesnya akan rumit dan memakan waktu? Di artikel ini, kita akan membahas cara membuat struk digital di aplikasi kasir.
Sebenarnya, cara membuat struk digital di aplikasi kasir jauh lebih mudah dari yang Anda kira. Anda hanya butuh aplikasi kasir yang tepat untuk memulainya.
Ketahui langkah-langkah dan penjelasan lengkapnya di artikel ini, yuk!
Daftar isi
ToggleApa Saja Manfaat Membuat Struk Digital di Aplikasi Kasir?
Sering merasa waktu di kasir habis hanya untuk mencetak struk kertas? Atau mungkin Anda mulai pusing melihat tumpukan roll kertas thermal yang terus menipis dan harus dibeli lagi?
Sebagai owner bisnis kuliner, setiap detik dan setiap rupiah tentu sangat berharga, ya. Sebab itulah, penggunaan struk digital akan membuat operasional bisnis Anda berjalan lebih efisien & hemat.
1. Menghemat Biaya Operasional
Coba hitung berapa banyak uang yang Anda keluarkan setiap bulan untuk beli kertas struk? Belum lagi biaya tinta printer thermal yang harus diganti berkala.
Sementara dengan struk digital, semua pengeluaran ini bisa Anda alokasikan untuk hal-hal lain yang lebih produktif untuk bisnis.
Misalnya, kalau biaya kertas struk Rp200 ribu per bulan, bisa dialihkan untuk beli bahan baku berkualitas lebih baik atau menambah anggaran marketing. Lumayan, kan?
2. Proses Transaksi Lebih Cepat dan Modern
Setelah pelanggan selesai membayar, dalam hitungan detik, struk pembelian sudah terkirim ke WhatsApp atau email mereka.
Tidak ada lagi drama menunggu printer selesai mencetak, atau kertas yang macet di tengah jalan.
Pelayanan menjadi lebih cepat, antrean lancar, dan citra bisnis Anda pun terlihat profesional dan modern di mata pelanggan. Pelanggan senang, Anda pun tenang!
3. Memudahkan Pengumpulan Data Pelanggan
Untuk mengirimkan struk, Anda tentu akan meminta nomor WhatsApp atau email pelanggan. Nah, dengan persetujuan mereka, bangun database pelanggan untuk keperluan marketing.
Data ini bisa digunakan untuk mengirimkan promo spesial, info menu baru, atau sekadar ucapan terima kasih yang membuat mereka merasa dihargai dan kembali lagi.
4. Anti Hilang dan Mudah Dilacak
Struk kertas sangat rentan hilang, terselip, atau tintanya pudar.
Bagi pelanggan, ini menyulitkan mereka kalau perlu melakukan klaim atau mencatat pengeluaran. Bagi Anda, ini merepotkan saat proses rekapitulasi atau audit.
Sementara dengan struk digital, akan langsung tersimpan aman di perangkat pelanggan dan tercatat rapi di sistem aplikasi kasir Anda. Kapan pun dibutuhkan, datanya bisa diakses dengan mudah.
Cara Membuat Struk Digital di Aplikasi Kasir
1. Aktifkan Fitur di Dashboard
Pertama, masuk ke aplikasi kasir Anda. Cari menu “Pengaturan” atau “Settings” untuk mengaktifkan fitur struk digital.
Khusus untuk pengguna Tantri, Anda bisa langsung menuju ke Dashboard dan pastikan fitur Electronic Receipt sudah dalam posisi aktif.
2. Kustomisasi Desain Struk
Beberapa aplikasi kasir menyediakan opsi untuk melakukan kustomisasi.
Misalnya, di Tantri, Anda bisa menambahkan logo restoran atau kafe langsung di dalam desain struk.
Logo ini sangat penting untuk memberikan kesan profesional. Plus, menjadi branding tambahan gratis setiap kali customer menerima struk.
3. Lakukan Tes Coba
Setelah aktif, coba lakukan satu transaksi tes ke nomor WhatsApp sendiri.
Coba lihat apakah struk digital berhasil terkirim dengan format yang benar. Kalau ada yang kurang pas, bisa langsung diubah pengaturannya.
4. Input Pesanan, Selesaikan Pembayaran, dan Kirim Struk via Digital
Setelah semua siap, proses di bagian kasir berjalan seperti biasa. Masukkan semua pesanan pelanggan ke dalam aplikasi kasir dan selesaikan proses pembayaran.
Setelah pembayaran sukses, alih-alih langsung mencetak, Anda akan melihat opsi seperti “Kirim Struk Digital”, “Bagikan Struk”, atau yang serupa. Pilih opsi tersebut.
Tanyakan nomor WhatsApp atau alamat email pelanggan, lalu input ke kolom yang tersedia. Lanjut, klik tombol “Kirim”, struk digital akan langsung meluncur ke perangkat pelanggan Anda. Cepat dan efisien!
5. Jangan Lupa, Sosialisasikan ke Pelanggan!
Anda bisa memasang pemberitahuan kecil di meja kasir atau biarkan staf kasir menginformasikannya secara langsung.
Misalnya, katakan: “Kak, struknya sekarang bisa kami kirim langsung ke WhatsApp, ya”
Dengan begitu, pelanggan akan teredukasi dan tidak bingung saat menerima notifikasi.
Tips untuk Membuat Struk Digital di Aplikasi Kasir yang Efektif
1. Jangan Polosan! Perkuat Identitas Brand Anda
Struk yang hanya berisi daftar harga dan total belanja sudah ketinggalan zaman.
Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, pastikan logo bisnis kuliner Anda terpampang dengan jelas.
Selain itu, Anda juga dapat menambahkan alamat, nomor telepon, atau akun media sosial jika mereka ingin mencari tahu lebih banyak tentang bisnis Anda.
2. Jadikan Media Promosi
Manfaatkan ruang kosong di struk untuk memberikan penawaran khusus, seperti diskon atau promo lain yang sedang berjalan.
Misalnya, teks seperti “Gunakan kode ‘TERIMAKASIH10’ untuk diskon 10% pada kunjungan berikutnya!”.
3. Ajak Pelanggan untuk Interaksi Lebih Lanjut
Transaksi memang sudah selesai, tetapi hubungan dengan pelanggan tidak boleh berhenti di situ. Gunakan struk untuk memperpanjang interaksi.
Misalnya, tambahkan ajakan sederhana seperti, “Ikuti keseruan kami di Instagram @(namabisnisanda)!”
Atau, minta ulasan positif di Google Maps. Cantumkan kalimat seperti, “Puas dengan layanan kami? Bantu kami dengan memberikan ulasan di Google Maps!”. Anda juga bisa menyertakan link atau QR code untuk memudahkannya.
4. Personalisasi dengan Ucapan Terima Kasih
Jangan remehkan hal-hal kecil seperti ucapan terima kasih yang tulus.
Pastikan ada kalimat seperti “Terima kasih atas kunjungan Anda!” atau “Senang melayani Anda hari ini!” di setiap struk yang Anda kirim. Jadi, pelanggan merasa lebih dihargai dan akan kembali lagi.
Kesalahan Umum yang Mesti Dihindari!
1. Salah Input Kontak Pelanggan (Typo)
Pelanggan sudah setuju menerima struk via WhatsApp, tetapi struknya tidak pernah sampai karena staf kasir salah mengetik satu digit nomor. Hasilnya, pelanggan bingung, dan bisnis Anda dicap kurang teliti.
Sebab itu, biasakan staf kasir untuk melakukan konfirmasi ulang. Setelah mengetik nomor, ulangi membacakannya kepada pelanggan untuk memastikan tidak ada kesalahan. Contoh, “Konfirmasi ya Kak, nomornya di 0812…”
2. Memaksa Pelanggan Tanpa Memberi Pilihan
Tujuan struk digital adalah memberikan kemudahan, bukan paksaan. Jangan langsung mengasumsikan semua pelanggan mau struk digital dan tidak menawarkan struk cetak sama sekali.
Beberapa pelanggan, misalnya dari generasi yang lebih tua, kebanyakan masih lebih nyaman dengan struk fisik.
Selalu tawarkan dengan menggunakan kalimat seperti, “Struknya mau dicetak atau dikirim ke WhatsApp saja, Kak?”.
3. Struk Tidak Informatif dan Sulit Dibaca
Anda sudah berhasil mengirim struk digital, tetapi isinya berantakan. Tidak ada nama item yang jelas, tidak ada rincian harga, bahkan tidak ada nama dan alamat bisnis.
Sebelum menerapkan sepenuhnya, periksa kembali desain struk digital di aplikasi kasir Anda. Pastikan semua elemen penting, seperti nama bisnis, tanggal, jam, rincian pesanan, total harga, dan metode pembayaran, tercantum jelas dan rapi.
4. Tidak Memberi Konteks, Asal Kirim Saja
Staf kasir hanya bertanya, “Nomor WhatsApp-nya, Kak?” lalu diam dan langsung mengirim. Bagi pelanggan yang baru pertama kali, akan terasa aneh dan sedikit mengganggu privasi.
Selalu berikan konteks yang singkat dan jelas, ya. Ajari tim Anda untuk berkata, “Untuk pengiriman struknya ya, Kak,” setelah meminta nomor kontak. Penjelasan singkat ini akan membuat seluruh proses lebih transparan, sopan, dan profesional.
Mari Gunakan Tantri untuk Kemudahan Struk Digital Bisnis Kulinermu!
Sudah digunakan 1500++ merchant, aplikasi kasir Tantri telah membantu para pemilik bisnis kuliner untuk meningkatkan efisiensi operasionalnya dengan 120++ fitur unggulan.
Salah satunya melalui fitur Electronic Receipt, Anda dapat mengirimkan struk langsung ke WhatsApp pelanggan hanya dengan satu kali klik saja. Mudah, cepat, dan efisien!







