Dalam beberapa tahun terakhir, preferensi konsumen makanan dan minuman di Indonesia mulai mengalami pergeseran. Jika sebelumnya rasa manis dan porsi besar menjadi daya tarik utama, kini semakin banyak konsumen yang lebih sadar kesehatan, khususnya terkait asupan gula.
Meskipun topik ini tidak dibahas secara spesifik dalam satu artikel Populix, berbagai riset Populix menunjukkan pola yang konsisten: konsumen urban—terutama milenial dan Gen Z—semakin selektif terhadap apa yang mereka konsumsi
Kesadaran Kesehatan Meningkat, Tapi Tetap Realistis
Populix mencatat bahwa konsumen Indonesia saat ini tidak sepenuhnya meninggalkan makanan manis atau comfort food. Namun, mereka mulai:
- Mengurangi frekuensi konsumsi minuman tinggi gula
- Mencari label seperti less sugar, low sugar, atau no added sugar
- Lebih tertarik pada brand yang transparan soal kandungan nutrisi
Artinya, tren makanan sehat di Indonesia bersifat gradual, bukan ekstrem. Konsumen ingin hidup lebih sehat, tapi tetap menikmati makanan favorit mereka.
Minuman Jadi Pusat Perhatian Tren Rendah Gula
Dari berbagai kategori F&B, minuman menjadi sektor yang paling cepat terdampak tren ini. Konsumen mulai menghindari minuman dengan rasa terlalu manis, terutama:
- Minuman boba dengan kadar gula tinggi
- Minuman kemasan dengan pemanis berlebih
- Kopi susu dengan gula tersembunyi
Sebagai gantinya, muncul preferensi terhadap:
- Kopi dengan opsi gula terpisah
- Minuman herbal atau infused water
- Produk dengan klaim “lebih ringan” dan “tidak bikin enek”
Faktor Urban Lifestyle & Informasi Digital
Populix juga menyoroti bahwa konsumen perkotaan sangat dipengaruhi oleh konten digital, mulai dari media sosial, influencer kesehatan, hingga edukasi singkat di platform video pendek.
Konten tentang:
- Dampak konsumsi gula berlebih
- Gaya hidup sehat yang lebih realistis
- Pola makan seimbang tanpa diet ekstrem
secara tidak langsung membentuk preferensi baru dalam memilih makanan dan minuman.
Tantangan bagi Brand F&B: Sehat Tapi Tetap Enak
Tren makanan sehat sering dianggap bertentangan dengan rasa. Namun riset konsumen menunjukkan bahwa rasa tetap menjadi faktor utama, diikuti oleh harga dan kemudahan akses.
Bagi pelaku usaha F&B, ini berarti:
- Produk sehat harus tetap enak dan familiar
- Edukasi tidak boleh menggurui
- Inovasi sebaiknya hadir dalam bentuk opsi, bukan paksaan
Contohnya: pilihan level gula, ukuran porsi lebih kecil, atau varian rendah gula tanpa menghilangkan menu utama.
Implikasi untuk Industri F&B Indonesia
Tren konsumsi makanan sehat dan rendah gula di Indonesia menunjukkan satu hal penting:
konsumen ingin kontrol, bukan larangan.
Brand yang mampu memberikan fleksibilitas, transparansi, dan tetap relevan dengan gaya hidup modern berpeluang lebih besar untuk bertahan dan tumbuh di tengah perubahan preferensi ini.
sumber referensi:
- https://info.populix.co/articles/makanan-dan-minuman-manis
- https://info.populix.co/articles/food-trend-insights-behind-indonesias-fb-landscape/
- https://www.kompas.id/artikel/mengintip-tren-dan-geliat-bisnis-makanan-sehat
- https://goodstats.id/article/7-tren-kesehatan-yang-pengaruhi-pembelian-konsumen-ri-muCWu
- https://kumparan.com/info-gizi/pengaruh-media-sosial-terhadap-tren-pangan-sehat-di-indonesia-2025-26HhgTQfCgv







