Perubahan besar di tren industri makanan dan minuman terus bergerak cepat. Dalam setahun terakhir saja, kita menyaksikan pergeseran perilaku konsumen — mulai dari munculnya gaya hidup JOMO (joy of missing out), menurunnya minat terhadap veganisme ekstrem, hingga tren produk viral yang cepat naik dan turun.
Melihat dinamika tersebut, pertanyaannya kini bukan lagi apa yang sedang tren, tetapi apa yang akan bertahan dan membentuk arah industri ke depan.
Berdasarkan laporan tren global dari Innova Market Insights yang dirilis melalui FoodNavigator, terdapat 10 tren utama yang diperkirakan akan menjadi penggerak perubahan di industri makanan dan minuman sepanjang 2026 dan seterusnya.
1. Protein
Protein terus mendorong tren makanan dan minuman karena perannya yang semakin penting bagi kesehatan menyeluruh. Secara global, lebih dari 50% konsumen aktif berupaya meningkatkan asupan protein menurut Innova Market Insights.
Di Indonesia, tren ini tercermin dari pertumbuhan kategori dairy, yoghurt, dan minuman fungsional. Konsumsi protein harian yang masih sekitar 62 gram per kapita membuka peluang besar bagi produk fortifikasi protein.
Brand kini tidak lagi hanya mengandalkan klaim “tinggi protein” sebagai nilai jual utama. Produk diposisikan lebih spesifik untuk kebugaran, pengelolaan berat badan, dan gaya hidup aktif. Pendekatan ini dinilai lebih relevan dengan kebutuhan kesehatan jangka panjang konsumen menuju 2026.
Daftar isi
Toggle2. Gut Health (Kesehatan Pencernaan)
Kesehatan pencernaan kini dipahami sebagai fondasi kesehatan menyeluruh, bukan hanya terkait sistem cerna. Kondisi usus yang seimbang dikaitkan dengan imunitas, energi harian, hingga kesehatan kulit dan otot. Lebih dari 50% konsumen global menghubungkan gut health dengan kesejahteraan fisik dan mental menurut Innova Market Insights.
Di Indonesia, trend makanan dan minuman ini terlihat dari pertumbuhan yoghurt, minuman probiotik, dan produk fermentasi. Brand semakin menonjolkan klaim kultur hidup dan manfaat pencernaan yang mudah dipahami konsumen. Tren kombucha dan minuman fermentasi lokal memperkuat posisi gut health sebagai pilar inovasi menuju 2026.
3. Indulgence (Experience ketika Makan)
Indulgence tetap menjadi pelarian penting di tengah ritme hidup yang cepat dan penuh tekanan.
Namun kini, kenikmatan berkembang menjadi pengalaman multisensori yang melibatkan rasa, emosi, dan momen. Riset Innova menunjukkan klaim indulgence pada produk makanan dan minuman terus meningkat secara global.
Konsumen Indonesia menikmati indulgence dalam dua arah: eksplorasi rasa baru dan kenyamanan dari cita rasa familiar.
Produk edisi terbatas, rasa unik, dan konsep kejutan semakin menarik perhatian pasar. Di sisi lain, rasa klasik dan nostalgia tetap kuat, terutama pada dessert dan produk cokelat premium.
4. Minuman Dengan Khasiat Khusus
Minuman fungsional tumbuh pesat karena menawarkan manfaat kesehatan yang lebih spesifik dari sekadar menyegarkan. Innova mencatat inovasi minuman memimpin tren wellness, terutama pada hidrasi dan kandungan fungsional tambahan. Produk dengan klaim hidrasi menunjukkan pertumbuhan kuat karena konsumen menginginkan fungsi jelas dalam format praktis.
Di Indonesia, minuman elektrolit, vitamin drink, dan susu fungsional semakin populer di kalangan konsumen aktif. Konsumen mencari minuman yang menggabungkan rasa enak dengan manfaat energi, pemulihan, atau kesehatan harian. Pilihan berbasis dairy dan nabati sama-sama tumbuh karena dianggap sesuai untuk gaya hidup sibuk menuju 2026.
5. Authentic Plant Based Food
Plant-based memasuki fase baru dengan fokus pada keunggulan alami tanaman, bukan meniru produk hewani. Hampir dua pertiga konsumen global menilai produk nabati harus berdiri sendiri menurut data Innova. Konsumen juga memprioritaskan sumber protein alami dengan proses minimal dan nilai gizi yang jelas.
Di Indonesia, tren ini terlihat pada meningkatnya minat protein nabati dari kacang, biji, dan serealia. Produk plant-forward dipilih karena dianggap lebih alami, ringan, dan cocok untuk konsumsi harian. Pendekatan autentik ini membuka peluang besar bagi inovasi makanan nabati lokal menuju 2026.
6. Menu Khusus Musiman
Inovasi makanan dan minuman semakin disesuaikan dengan momen konsumsi tertentu, bukan sekadar kategori produk. Konsumen menginginkan produk yang relevan untuk aktivitas spesifik, seperti camilan cepat atau makan keluarga. Fokus tren makanan dan minuman ini bergeser ke kenyamanan, fleksibilitas, dan pengalaman konsumsi yang lebih personal.
Di Indonesia, kemasan single-serve dan porsi mini semakin populer untuk konsumsi praktis seperti ready-to-eat yang tinggal dipanaskan. Kemasan dapat ditutup kembali menjadi nilai tambah untuk konsumsi bertahap sepanjang hari menuju 2026.
7. Paling Best Deal
Paket yang Paling Terjangkau di harga yang sama tetap menjadi prioritas utama konsumen di tengah tekanan biaya hidup. Banyak konsumen memilih produk sederhana dan fungsional dibandingkan pilihan premium atau eksperimental.
Rasa yang konsisten dan manfaat jelas kini lebih penting dibandingkan inovasi yang berisiko.
Di Indonesia, tren ini terlihat dari meningkatnya minat pada produk kebutuhan harian dengan harga terjangkau. Produk beku, bahan pokok bernutrisi, dan makanan praktis dipilih karena efisien dan ekonomis.
Brand yang mampu menjaga kualitas sambil menekan harga akan lebih kompetitif menuju 2026.
8. Makanan Manfaat Kesehatan
Kesadaran akan peran makanan terhadap kesehatan mental terus meningkat.
Konsumen semakin mencari produk dengan manfaat fokus, energi, dan pengelolaan stres menurut Innova.
Bahan fungsional seperti adaptogen dan nootropik mendorong inovasi di kategori makanan dan minuman.
Di Indonesia, minuman fungsional dan herbal mulai dikaitkan dengan ketenangan dan keseimbangan mental. Konsumen menghubungkan kesehatan pencernaan dengan mood dan kejernihan pikiran.
9. Makanan Masa Kecil / Tradisional
Di masa penuh ketidakpastian, konsumen cenderung kembali pada tradisi dan rasa nostalgia. Produk yang menghadirkan kenangan masa lalu memberi rasa aman dan kenyamanan emosional.
Tren ini memperkuat nilai sejarah, keaslian, dan warisan kuliner dalam keputusan konsumsi.
Di Indonesia, makanan fermentasi, resep klasik, dan metode tradisional kembali diminati. Produk dengan cerita asal-usul dan proses autentik dianggap lebih bernilai. Pendekatan heritage ini menjadi diferensiasi kuat bagi brand menuju 2026.
10. Mendukung Eco-Friendly
Meski perhatian konsumen terhadap isu keberlanjutan sempat menurun, faktor ini tetap memengaruhi keputusan pembelian.
Konsumen kini menginginkan praktik berkelanjutan yang nyata, transparan, dan berdampak langsung. Riset Innova menunjukkan semakin banyak konsumen memilih brand yang sejalan dengan nilai pribadi mereka.
Di Indonesia, keberlanjutan semakin kuat jika dikaitkan dengan bahan lokal dan manfaat sehari-hari.
Praktik sumber bahan etis, dukungan petani, dan kemasan ramah lingkungan meningkatkan kepercayaan konsumen. Pendekatan keberlanjutan yang otentik menjadi pembeda penting bagi brand makanan dan minuman menuju 2026.
Catatan untuk Pasar Indonesia
Minuman probiotik dan kombucha makin diminati
- Pasar minuman probiotik Indonesia diperkirakan akan mencapai US$ 925,44 juta pada 2027 dengan CAGR ~9,66% karena permintaan kesehatan yang terus meningkat. DataM Intelligence
- Di segmen probiotik lokal, yoghurt masih paling banyak diminati (≈68%), dengan kombucha berkembang sebagai pilihan alternatif. Hilirisasi
Produk nabati (plant-based) semakin berkembang
- Nilai pasar plant-based food & beverages di Indonesia diperkirakan mencapai ~US$ 1,04 miliar pada 2025 dan terus tumbuh. Mordor Intelligence
- Produk nabati memiliki c.34% pertumbuhan tahunan di segmen dairy alternative, dengan susu kedelai dan susu nabati lainnya makin diterima konsumen. Verified Market Research
Konsumen makin cermat soal harga dan manfaat kesehatan
- Data YouGov menunjukkan bahwa lebih dari setengah merek minuman unggul di Indonesia kini diasosiasikan dengan citra sehat, bukan sekadar rasa. Indotelko
- Pertumbuhan industri makanan & minuman Indonesia diproyeksikan ~7-8% CAGR dalam beberapa tahun ke depan, mencerminkan permintaan konsumen pada produk bernutrisi dan bernilai tinggi. UMN Knowledge Center
Kesimpulan untuk Owner Bisnis F&B
Data menunjukkan bisnis F&B yang selaras dengan tren konsumen tumbuh lebih cepat, rata-rata 10–30%, dibandingkan yang tidak beradaptasi. Di tengah pertumbuhan industri F&B Indonesia sekitar 6–8% per tahun, pemenangnya adalah brand yang fokus pada kesehatan, kepraktisan, nilai harga, dan cerita produk.
Bagi owner, strategi ke depan bukan menambah menu sebanyak-banyaknya, tetapi menajamkan value. Produk yang jelas manfaatnya, mudah dikonsumsi, dan relevan dengan gaya hidup akan lebih tahan krisis dan konsisten menghasilkan repeat order menuju 2026.







