Industri halal global sedang mengalami perubahan besar. Jika selama ini Timur Tengah menjadi pusat perhatian perkembangan ekonomi halal dunia, kini banyak pengamat mulai melirik Asia Tenggara.
Laporan dari DinarStandard, menyebutkan bahwa nilai ekonomi Islam global mencapai US$ 2,60 triliun pada 2024 dan diproyeksikan tumbuh menjadi US$ 3,56 triliun pada 2029.
Selain itu, laporan dari FoodNavigator menyebutkan para pelaku industri menilai bahwa gejolak geopolitik di Timur Tengah menjadi alasan perusahaan mulai mencari kawasan yang lebih stabil untuk pengembangan bisnis halal.
Sebagian informasi dalam artikel ini merujuk pada laporan dari FoodNavigator Asia
Daftar isi
ToggleMengapa Pasar Halal ASEAN Menarik Perhatian Dunia?
Pertumbuhan pasar halal ASEAN didorong oleh kombinasi antara lonjakan jumlah permintaan yang besar,, serta regulasi terhadap pengembangan industri halal.
Selain itu menurut Dewi Suratty, kondisi di Timur Tengah saat ini membuka peluang bagi kawasan Asia Tenggara untuk mengambil peran yang lebih dominan dalam industri halal dunia.
Bagi sebagian konsumen, label halal sering dikaitkan dengan:
- standar kebersihan yang tinggi
- transparansi proses produksi
- keamanan pangan yang terjamin
- kualitas bahan baku yang jelas
- sistem pengawasan yang ketat
Baca juga: Analisis Pasar Coffee Shop Indonesia: Tren & Peluang-nya
Analisis Tren: Mengapa Pasar Halal ASEAN Melejit?
Dibalik meningkatnya perhatian dunia terhadap kawasan Asia Tenggara, terdapat faktor ekonomi, demografi, hingga perubahan perilaku konsumen yang saling mendukung satu sama lain.
Bagi pelaku bisnis F&B, dengan memahami arah tren pasar halal ASEAN yang sedang berkembang, bisnis bisa mengambil keputusan dengan lebih tepat dan potensi memperluas pasar.
Berikut beberapa alasan tren ini terjadi:
1. Pergeseran Pusat Pertumbuhan Industri Halal Global
Selama bertahun-tahun, kawasan Timur Tengah identik dengan industri halal dunia. Namun dalam beberapa waktu terakhir, akibat konflik berkepanjang perubahan banyak terjadi.
Di sinilah ASEAN mulai mendapatkan perhatian lebih. Kawasan ini memiliki kombinasi jumlah konsumen yang besar, pertumbuhan ekonomi dan populasi Muslim yang besar.
ASEAN dinilai memiliki berbagai keunggulan yang mendukung pertumbuhan industri halal, seperti:
- pasar konsumen yang besar
- posisi strategis untuk perdagangan
- dukungan investasi meningkat
- populasi Muslim yang besar
2. Populasi Muslim yang Terus Bertambah
Salah satu kekuatan utama pasar halal ASEAN adalah jumlah penduduk Muslim yang sangat besar terutama di Indonesia.
Jumlah penduduk yang besar menciptakan permintaan yang terus meningkat terhadap berbagai produk halal, terutama pada sektor makanan dan minuman
Selain itu, generasi muda Muslim saat ini juga memiliki daya beli yang lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya, sehingga turut mendorong pertumbuhan konsumsi.
3. Halal Kini jadi Simbol Kepercayaan
Saat ini halal tidak hanya dikaitkan dengan aspek keagamaan. Banyak konsumen memilih produk halal karena dianggap memiliki standar kualitas yang lebih baik.
Produk halal sering diasosiasikan dengan:
- kebersihan yang terjaga
- keamanan pangan yang terjaga
- bahan baku yang jelas
- proses produksi yang terkontrol
4. Dukungan Regulasi Semakin Kuat
Faktor lain yang mendorong pertumbuhan pasar halal ASEAN adalah meningkatnya dukungan dari pemerintah di berbagai negara Asia Tenggara
Dukungan regulasi tersebut memberikan berbagai manfaat bagi industri, seperti:
- penguatan sertifikasi halal.
- standarisasi produk dan layanan.
- fasilitasi ekspor produk halal.
- pengembangan ekosistem halal.
Insight untuk Bisnis: Apa Peluang yang Bisa Dimanfaatkan?
Pertumbuhan pasar halal ASEAN bukan hanya menjadi kabar baik bagi industri halal secara umum, tetapi juga membuka peluang yang sangat besar bagi pelaku bisnis F&B.
Dengan meningkatnya jumlah konsumen halal, dukungan regulasi, serta berkembangnya perdagangan antarnegara di Asia Tenggara, bisnis F&B memiliki kesempatan yang besar untuk bertumbuh.
Berikut beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan:
1. Menjangkau Pasar Konsumen Lebih Luas
Salah satu keuntungan terbesar dari pertumbuhan pasar halal ASEAN adalah semakin luasnya basis konsumen yang dapat dijangkau oleh bisnis F&B.
Kondisi ini menciptakan pasar yang lebih besar bagi berbagai jenis bisnis kuliner dalam memperluas jangkauan pasar.
Peluang yang dapat dimanfaatkan antara lain:
- Menjangkau lebih banyak konsumen halal.
- Memperluas segmen pelanggan potensial.
- Buka peluang ekspansi ke pasar ASEAN.
2. Membuka Peluang Ekspansi Bisnis
Pertumbuhan pasar halal ASEAN juga menciptakan peluang ekspansi yang lebih luas terutama bagi sektor bisnis F&B.
Ketika sebuah bisnis telah memiliki peluang dan produk yang baik dengan sistem operasional yang terstandarisasi, peluang untuk berkembang menjadi lebih terbuka.
3. Menarik Investor dan Mitra Bisnis
Pertumbuhan pasar halal ASEAN juga berpotensi meningkatkan daya tarik bisnis F&B di mata investor maupun calon mitra usaha.
Di sisi lain, perkembangan pasar halal ASEAN juga mendorong lahirnya berbagai bentuk kerja sama bisnis, mulai dari distribusi produk hingga kemitraan dalam rantai pasok makanan.
Baca juga: 8 Urutan Cara Memulai Bisnis Kuliner Dari Awal untuk Pemula
Strategi Memanfaatkan Pertumbuhan Pasar Halal ASEAN
Pertumbuhan pasar halal ASEAN menciptakan peluang yang besar bagi bisnis F&B, tetapi peluang tersebut tidak akan memberikan hasil maksimal tanpa strategi yang tepat.
Dimulai pengelolaan bahan baku hingga pemanfaatan teknologi, setiap aspek operasional harus berperan dalam mendukung pertumbuhan bisnis di tengah meningkatnya permintaan pasar halal.
Berikut beberapa strategi dan yang bisa diterapkan:
1. Gunakan Bahan Baku yang Jelas
Salah satu fondasi utama dalam bisnis F&B halal adalah kualitas bahan baku yang digunakan, proses pembuatan hingga pengelolaannya.
Konsumen saat ini tidak hanya memperhatikan cita rasa makanan, tetapi juga ingin mengetahui asal-usul dan keamanan bahan yang dikonsumsi.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan meliputi:
- kejelasan sumber bahan baku
- konsistensi kualitas bahan
- penggunaan bahan sesuai standar
2. Bangun Fondasi Pertumbuhan Jangka Panjang
Pertumbuhan pasar halal ASEAN tidak hanya menghadirkan peluang jangka pendek, tetapi juga membuka potensi ekspansi yang lebih luas di masa depan.
Beberapa area yang perlu menjadi perhatian antara lain:
- standarisasi proses bisnis
- pengawasan kualitas layanan
- pengelolaan operasional yang konsisten
3. Ikuti Regulasi yang Berlaku
Seiring perkembangan, regulasi terkait produk halal, keamanan pangan, pelabelan, hingga sertifikasi akan terus mengalami penyesuaian.
Di Indonesia sendiri, pemerintah melalui peraturan pemerintah nomor 42 tahun 2024 sudah mempertegas penahapan kewajiban sertifikasi halal dalam upaya memaksimalkan potensi pasar halal.
Dengan mengikuti regulasi yang berlaku, bisnis F&B dapat beroperasi dengan lebih baik di tengah pertumbuhan pasar yang semakin kompetitif.
Baca juga: Tren F&B Indonesia : Konsumen & Tren Pasar
Tantangan yang Perlu Diwaspadai
Di balik pesatnya pertumbuhan pasar halal di ASEAN, terdapat berbagai tantangan yang perlu menjadi perhatian pelaku bisnis F&B. Semakin besarnya peluang pasar besar juga kendalanya.
Selain itu, perkembangan industri halal saat ini tidak hanya dipengaruhi oleh faktor internal bisnis saja, tetapi juga oleh kondisi ekonomi, regulasi, teknologi, dan perubahan tren pasar.
Beberapa contoh tantangan yang harus diwaspadai:
- Persaingan yang Semakin Ketat
- perubahan regulasi
- menjaga konsistensi kualitas
- risiko kompleksitas operasional
- Perubahan preferensi konsumen
Tantri: Kelola Peluang dengan Sistem yang Tepat
Pertumbuhan pasar halal ASEAN menghadirkan peluang yang sangat besar bagi bisnis F&B. Namun, semakin besarnya peluang pasar juga diikuti dengan meningkatnya tuntutan efisiensi operasional.
Banyak bisnis kuliner menghadapi tantangan ketika jumlah transaksi mulai meningkat, cabang bertambah, atau operasional menjadi semakin kompleks
Karena itu, penggunaan sistem yang terintegrasi menjadi semakin penting untuk membantu bisnis mengelola operasional secara lebih efektif.
Di sinilah peran Tantri.id sebagai aplikasi kasir jadi krusial, dilengkapi dengan 160+ fitur khusus bisnis F&B, Tantri membantu mengelola berbagai aktivitas operasional dalam satu platform yang terintegrasi.
Berbagai fitur Tantri:
| Order Management | Point of Sales |
| – QR Menu Order – Manajemen Pesanan – Integrasi Pembayaran Digital – Manajemen Reservasi – Electronic Receipt | – POS Digital – Laporan Keuangan – Laporan Penjualan – Menu Orderan – Data Pelanggan – Reservasi |
| Backoffice | Inventory |
| – Dashboard Backoffice – Manajemen Multi-outlet – Manajemen Karyawan | – Daftar Stok – Stok Opname – Pembelian Stok – Daftar Pemasok – Distribusi Stok |
| Table management | Shifting |
| – Floor Management – Table Management | – Atur Jadwal Shift – Absensi (Selfie & Geotagging) – Laporan Absensi – Summary Report per Shift |
| Pin authenticatin | Voucher diskon |
| – Pengaturan PIN Auth – Log PIN Auth | – Voucher Umum – Voucher Khusus – Voucher Product |
| Split bill | Open / close bill |
Kesimpulan
Pertumbuhan pasar halal ASEAN menunjukkan bahwa industri halal kini telah berkembang menjadi salah satu sektor ekonomi paling menjanjikan di kawasan Asia Tenggara.
Bagi pelaku bisnis F&B di Indonesia, perkembangan ini menghadirkan peluang yang tidak hanya terbatas pada peningkatan penjualan, tetapi juga potensi untuk memperluas pasar,
Namun, di tengah perkembangan industri F&B yang semakin dinamis, dukungan teknologi menjadi salah satu faktor penting untuk membantu bisnis beradaptasi dan berkembang.
Disinilah peran Tantri.id jadi penting, Tantri hadir sebagai aplikasi kasir dan sistem POS berbasis cloud, yang dirancang khusus untuk bisnis F&B dalam mengelola operasional dengan lebih efisien.
Hubungi dan jadwalkan langsung demo Tantri secara gratis dan lihat sendiri bagaimana Tantri membantu bisa menjadi solusi operasional bisnis F&B Anda.







