Munculnya pesaing baru merupakan salah satu momen paling menegangkan bagi setiap pemilik usaha kuliner. Tantangan ini tidak bisa dihindari dalam persaingan bisnis kuliner. 

Namun, alih-alih panik, jadikan momen ini sebagai kesempatan untuk memperkuat benteng pertahanan bisnis Anda. Sebab, persaingan yang sehat justru dapat memacu Anda untuk menjadi inovatif dan lebih baik lagi. Mari ketahui cara memenangkan persaingan bisnis kuliner di artikel berikut ini!

Cara Mengungguli Persaingan Bisnis Kuliner yang Ada di Dekat Lokasi

persaingan bisnis kuliner

1. Perkuat Identitas dan Keunikan Brand

Saat ada pesaing baru, jangan meniru mereka. Justru, perkuat apa yang menjadi keunikan dan keunggulan utama bisnis Anda agar pelanggan tetap setia.

Coba selidiki, apa yang membuat pelanggan selalu kembali? Bisa jadi itu adalah rasa makanannya, pelayanan yang akrab, atau suasana yang tidak ditemukan di tempat lain. Inilah Unique Selling Proposition (USP) yang harus ditonjolkan.

Misalnya, saat sebelah warung soto Anda berdiri kafe baru yang instagramable, jangan tiba-tiba ikut mengecat ulang warung soto agar sama seperti mereka. Sebaliknya, perkuat citra sebagai soto otentik terenak dengan menonjolkan cerita di balik resep dan proses memasak di media sosial.

2. Manjakan Pelanggan Setia

Langkah strategis melawan pesaing baru adalah dengan memperkuat loyalitas pelanggan lama, sebab merekalah target utama yang akan coba mereka rebut.

Riset dari Bain & Company menunjukkan bahwa meningkatkan retensi pelanggan sebesar 5% saja dapat meningkatkan keuntungan antara 25% hingga 95%. Artinya, jauh lebih hemat mempertahankan pelanggan lama daripada bersusah payah mencari yang baru. 

Buat program loyalitas dengan memanfaatkan data pelanggan yang tersimpan di aplikasi kasir digital seperti Tantri untuk mengidentifikasi siapa saja pelanggan yang paling sering datang. 

Berikan mereka penawaran yang tidak akan mereka temukan di tempat lain. Misal, diskon khusus member, reward produk gratis setelah 5 kali kunjungan, atau sapaan personal saat mereka datang. Buat mereka merasa dihargai dan tidak punya alasan untuk berpaling.

3. Lakukan Analisis SWOT Terhadap Pesaing

Alih-alih panik, analisis pesaing baru secara objektif menggunakan konsep SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Amati mereka dengan datang langsung sebagai pelanggan biasa.

Dari kunjungan singkat, Anda bisa memetakan banyak hal penting terkait strategi mereka, contoh:

  • Strength (Kekuatan): Tempat mereka baru dan desainnya modern.
  • Weakness (Kelemahan): Harga menu mereka 20% lebih mahal dari rata-rata di area tersebut. Pelayanannya juga masih kaku.
  • Opportunity (Peluang): Mereka tidak menawarkan paket makan siang, padahal lokasi Anda dekat dengan area perkantoran. Celah ini bisa dimanfaatkan.
  • Threat (Ancaman): Promo Buy 1 Get 1 mereka di minggu pertama bisa menarik basis pelanggan Anda yang sensitif terhadap harga.

4. Inovasi dan Penyegaran Menu

Jadikan kehadiran pesaing baru sebagai momen untuk menyegarkan bisnis Anda. Anda tidak perlu merombak semuanya, cukup lakukan inovasi kecil, misal meluncurkan menu edisi terbatas. 

Tanyakan kepada pelanggan setia mengenai menu baru yang mereka inginkan. Melibatkan mereka seperti ini akan membuat mereka merasa lebih dihargai dan loyal.

5. Tingkatkan Kualitas Pelayanan

Sentuhan personal dalam pelayanan adalah keunggulan utama Anda yang sulit ditiru pesaing. Untuk itu, berikan kembali pelatihan kepada seluruh staf FOH (Front of House) Anda.

Tekankan pentingnya menyapa dengan ramah, mengingat nama pelanggan, dan menangani keluhan dengan baik. Di tengah persaingan bisnis kuliner, kualitas pelayanan inilah yang akan menjadi pembeda utama restoran Anda.

6. Maksimalkan Pemasaran Digital Lokal

Pesaing baru Anda pasti akan gencar berpromosi di media sosial. Jangan hanya diam, Anda juga perlu melakukannya. 

Fokuskan strategi pemasaran pada area di sekitar lokasi bisnis. Gunakan iklan yang menargetkan audiens di kecamatan Anda. 

Buat juga konten yang menampilkan testimoni dari pelanggan setia. Tawarkan promo khusus untuk komunitas terdekat agar bisnis Anda terasa lebih lekat dengan mereka.

7. Kumpulkan dan Manfaatkan Ulasan Pelanggan

Ulasan positif di Google Maps bisa menjadi bukti bagi calon pelanggan baru. Oleh karena itu, mintalah secara aktif kepada pelanggan yang puas untuk memberi ulasan.

Anda bisa memasang stiker ajakan di meja atau dekat pintu keluar. Jangan lupa juga untuk memajang ulasan-ulasan terbaik di media sosial. Semakin baik reputasi online Anda, maka semakin sulit pesaing baru menggeser posisi bisnis Anda.

Kesimpulan

Jangan takut menghadapi persaingan bisnis kuliner. Sebab, persaingan pasti ada dan wajar saja terjadi. Cara memenangkan persaingan ini bukan dengan meniru pesaing Anda. Sebaliknya, fokuslah untuk lebih memahami pelanggan setia Anda sendiri.

Untuk itu, Anda memerlukan data pelanggan yang akurat. Kabar baiknya, fitur Data Pelanggan di aplikasi kasir Tantri dapat membantu Anda mengumpulkannya secara otomatis. 

Gunakan data ini untuk membuat program loyalitas yang tepat sasaran. Salah satunya memberikan voucher spesial untuk momen-momen tertentu yang dapat diatur dengan mudah melalui fitur Voucher Diskon di aplikasi Tantri.

Ingin tahu lebih banyak tentang 120+ fitur lain di aplikasi Tantri untuk efisiensi operasional bisnis kuliner Anda?

Jadwalkan Demo Sekarang!

solusi