Setelah sebulan penuh beroperasi, apakah bisnis kuliner Anda benar-benar untung? Melihat ramainya pengunjung atau saldo di rekening saja tidak cukup untuk menjawab pertanyaan tersebut secara akurat. Anda memerlukan laporan laba rugi.
Laporan laba rugi akan merinci semua pendapatan dan pengeluaran Anda untuk menunjukkan angka laba bersih yang sebenarnya.
Mari simak artikel ini untuk mendapatkan contoh laporan laba rugi yang mudah dipahami, lengkap dengan komponen dan cara menyusunnya.
Daftar isi
TogglePentingnya Membuat Laporan Laba Rugi secara Berkala untuk Bisnis Kuliner
Laporan laba rugi menunjukkan kinerja keuangan usaha dalam satu periode tertentu, biasanya bulanan atau tahunan. Tanpa laporan ini, Anda tidak tahu apakah usaha benar-benar untung atau malah merugi.
Selain itu, berikut dampaknya bagi operasional dan pertumbuhan bisnis Anda:
- Menunjukkan Keuntungan yang Sebenarnya: Dengan laporan laba rugi, Anda bisa merinci semua pendapatan dan pengeluaran sehingga tahu berapa laba bersih setelah dikurangi biaya operasional dll.
- Mengontrol Biaya: Dengan semua pengeluaran tercatat rapi, Anda cepat tahu pengeluaran mana yang membengkak. Laporan ini membantu untuk melakukan efisiensi dan menghindari pengeluaran tidak perlu.
- Dasar Pengambilan Keputusan Strategis: Haruskah harga menu dinaikkan? Atau, bisakah kita memberikan diskon 30% tanpa rugi? Laporan laba rugi menyediakan data untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penting ini secara objektif, bukan berdasarkan perkiraan.
- Menjaga Kepercayaan Investor atau Mitra: Jika bisnis Anda punya mitra atau investor, laporan laba rugi dapat menjadi acuan adil untuk pembagian keuntungan, laporan kepada investor, dan saat mengajukan pinjaman ke bank.
Komponen Utama Laba Rugi
Setidaknya, ada lima komponen utama yang membentuk sebuah laporan laba rugi:
1. Pendapatan (Revenue atau Penjualan)
Pendapatan adalah total uang kotor yang dihasilkan dari penjualan semua produk makanan dan minuman dalam satu periode, sebelum ada potongan biaya apa pun.
Komponen ini mencakup semua penjualan dari berbagai metode pembayaran, seperti tunai, kartu debit/kredit, QRIS, dan pendapatan dari platform pesan antar online.
2. Harga Pokok Penjualan (HPP)
HPP adalah total biaya bahan baku yang digunakan untuk membuat produk yang terjual pada periode tersebut. HPP langsung terkait dengan produksi menu.
Cara menghitung HPP secara akurat adalah:
Stok Awal Bahan Baku + Pembelian Baru – Stok Akhir Bahan Baku.
3. Laba Kotor
Laba kotor menunjukkan berapa banyak uang yang tersisa untuk membayar semua biaya operasional lainnya setelah modal bahan baku tertutupi. Cara menghitungnya sederhana:
Pendapatan – HPP = Laba Kotor
4. Biaya Overhead
Biaya overhead adalah komponen yang mencakup semua pengeluaran untuk menjalankan bisnis di luar HPP. Biaya ini termasuk gaji karyawan, sewa tempat, listrik, air, gas, pemasaran, biaya administrasi, perbaikan alat, dan lain-lain.
5. Laba Bersih
Laba bersih adalah keuntungan riil yang masuk ke kantong pemilik bisnis setelah semua tagihan telah terbayar. Angka inilah yang menentukan apakah bisnis sehat, stagnan, atau merugi. Cara menghitungnya:
Laba Kotor – Total Beban Operasional = Laba Bersih
Contoh Laporan Laba Rugi
Untuk memberikan gambaran jelas, mari kita lihat tiga contoh laporan laba rugi untuk tiga skenario bisnis kuliner yang berbeda. Semua angka di bawah ini adalah ilustrasi untuk satu bulan.
Contoh 1: Laporan Laba Rugi Kafe Sederhana
Skenario ini untuk sebuah kafe kopi dengan menu utama minuman dan beberapa makanan ringan.
Dari contoh ini, kita bisa lihat bahwa HPP kafe relatif rendah, sekitar 30% dari omzet. Namun biaya operasional tetap signifikan. Laporan ini menunjukkan model bisnis kafe yang sangat sehat dengan laba bersih yang kuat.
Contoh 2: Laporan Laba Rugi Warung Makan / Restoran
Skenario ini untuk warung makan dengan menu beragam dan operasional kompleks.
Restoran dengan menu makanan berat umumnya memiliki HPP lebih tinggi dan beban gaji jauh lebih besar. Meskipun omzetnya dua kali lipat dari kafe, laba bersihnya tidak berbeda jauh, menunjukkan betapa pentingnya mengelola biaya operasional.
Contoh 3: Laporan Laba Rugi Komparatif
Salah satu fungsi laporan laba rugi adalah membandingkan kinerja dari waktu ke waktu. Mari kita gunakan contoh data warung makan di atas dan bandingkan dengan bulan berikutnya.
Dengan membandingkan kedua bulan, pemilik bisa langsung melihat sebuah anomali. Meskipun omzet di bulan Agustus naik Rp 5 juta, laba bersihnya justru turun Rp 1,5 juta.
Nah, laporan ini bisa menjadi dasar untuk investigasi penyebabnya, yang ternyata ditemukan kenaikan HPP dan biaya operasional tidak sebanding dengan kenaikan pendapatan yang dihasilkan.
Langkah-Langkah Membuat Laporan Laba Rugi Bisnis Kuliner
Menyusun laporan laba rugi tidak sesulit kelihatannya. Berikut lima langkah utama yang perlu Anda ikuti.
1. Tentukan Periode Laporan
Langkah pertama adalah menentukan rentang waktu yang akan dianalisis. Idealnya dibuat secara bulanan. Tentukan periode yang jelas, misalnya, dari tanggal 1 Agustus hingga 31 Agustus.
2. Hitung Total Pendapatan
Kumpulkan data dari semua penjualan kotor Anda selama periode tersebut. Jumlahkan semua pendapatan yang masuk, baik dari kasir (tunai, kartu, QRIS) maupun dari platform online.
3. Hitung Harga Pokok Penjualan (HPP)
Selanjutnya, hitung total biaya bahan baku yang terpakai untuk menghasilkan pendapatan tersebut. Gunakan rumus akuntansi inventaris dasar:
Stok Awal Bahan Baku + Total Pembelian Baru – Stok Akhir Bahan Baku.
Angka yang didapat adalah total HPP Anda untuk periode tersebut.
4. Hitung Laba Kotor
Sekarang, kurangi total pendapatan dengan HPP yang sudah dihitung untuk menemukan laba kotor. Rumusnya sederhana:
Pendapatan – HPP = Laba Kotor.
Angka ini menunjukkan profit Anda sebelum dipotong biaya-biaya operasional lainnya.
5. Jumlahkan Beban Operasional dan Hitung Laba Bersih
Langkah terakhir, kumpulkan dan jumlahkan semua biaya overhead Anda selama sebulan, seperti gaji, sewa, listrik, air, gas, pemasaran, administrasi, dan lain-lain.
Kemudian, kurangi laba kotor dengan total beban operasional ini untuk menemukan angka finalnya:
Laba Kotor – Total Beban Operasional = Laba Bersih.
Buat Laporan Laba Rugi Bisnis Kuliner Lebih Mudah dengan Tantri!
Melihat langkah-langkah di atas, Anda pasti sadar bahwa membuat laporan laba rugi secara manual membutuhkan waktu, ketelitian, dan kedisiplinan. Satu saja struk pembelian yang hilang atau salah catat, laporannya bisa menjadi tidak akurat.
Namun, proses merekap tumpukan data setiap akhir bulan adalah pekerjaan melelahkan yang sangat rentan mengalami human error.
Untuk mengatasi hal ini, aplikasi kasir digital Tantri menyediakan fitur Laporan Keuangan yang mengotomatiskan seluruh proses tersebut, mengubah pekerjaan berjam-jam menjadi hanya beberapa klik saja.
Setiap transaksi penjualan yang masuk melalui kasir Tantri akan langsung tercatat secara akurat sebagai Pendapatan. Anda tidak perlu lagi menghitungnya secara manual.
Semua data pendapatan, laba bersih, laba kotor, dan lain-lain bisa ditarik otomatis untuk menghasilkan sebuah laporan laba rugi yang rapi, mudah dibaca, dan bisa diunduh. Hanya dengan beberapa klik, Anda bisa melihat laporan keuangan bisnis untuk periode harian, mingguan, atau bulanan tanpa perlu lagi pusing dengan rekapitulasi manual.
Ingin tahu lebih banyak tentang aplikasi Tantri untuk efisiensi operasional bisnis kuliner?
FAQ (Frequently Asked Questions)
1. Seberapa sering saya harus membuat Laporan Laba Rugi?
Sangat direkomendasikan untuk membuatnya secara rutin setiap bulan. Laporan bulanan memberikan gambaran kinerja cukup cepat untuk melakukan penyesuaian strategi jika diperlukan.
2. Apa bedanya Laporan Laba Rugi dengan Laporan Arus Kas?
Laporan laba rugi menunjukkan keuntungan bisnis dalam satu periode. Sementara itu, laporan arus kas menunjukkan berapa uang yang masuk dan keluar dari rekening bank.
3. Apakah saya tetap perlu akuntan jika sudah pakai aplikasi Tantri?
Aplikasi Tantri membantu untuk mencatat data dan menghasilkan laporan operasional harian secara akurat dan otomatis.
Namun, untuk urusan kompleks, seperti perencanaan pajak, analisis keuangan mendalam, atau konsultasi investasi, peran seorang akuntan profesional tetap sangat penting untuk membantu Anda mengambil keputusan finansial jangka panjang.







