Rumus harga jual menjadi salah satu hal yang paling sering membuat pemilik cafe dan restoran bingung ketika mulai berjualan melalui ShopeeFood, GrabFood, maupun GoFood. Tidak sedikit bisnis kuliner yang hanya menyamakan harga online dengan harga dine-in tanpa memperhitungkan biaya komisi, promo, maupun biaya operasional lainnya. Akibatnya, penjualan memang meningkat, tetapi keuntungan justru semakin menipis.
Selain itu, menurut laporan Momentum Works, layanan pesan-antar makanan di Asia Tenggara terus mengalami pertumbuhan dengan nilai pasar mencapai miliaran dolar setiap tahunnya. Persaingan yang semakin ketat membuat owner tidak hanya harus menawarkan harga yang kompetitif, tetapi juga memastikan setiap produk tetap memberikan keuntungan yang sehat.
Melalui artikel ini, Anda akan mempelajari cara menentukan rumus harga jual untuk platform online food delivery, faktor yang perlu diperhitungkan, kesalahan yang harus dihindari, hingga bagaimana mengelola harga jual dengan lebih akurat menggunakan sistem kasir.
Apa Itu Rumus Harga Jual?

Rumus harga jual adalah metode untuk menentukan harga suatu produk dengan mempertimbangkan seluruh biaya yang dikeluarkan serta keuntungan yang ingin diperoleh.
Pada bisnis kuliner, harga jual tidak hanya dihitung dari biaya bahan baku, tetapi juga harus memperhitungkan biaya operasional dan komisi platform seperti ShopeeFood, GrabFood, maupun GoFood.
Komponen yang biasanya digunakan dalam rumus harga jual antara lain:
- Harga Pokok Penjualan (HPP)
- Biaya operasional
- Biaya kemasan
- Komisi aplikasi
- Target keuntungan (margin)
Dengan memperhitungkan seluruh komponen tersebut, harga jual menjadi lebih realistis dan bisnis tetap memperoleh keuntungan.
Mengapa Harga Jual Online Berbeda dengan Harga Dine-In?

Banyak owner bertanya mengapa harga menu di aplikasi online sering kali lebih tinggi dibandingkan harga makan di tempat.
Hal tersebut terjadi karena terdapat beberapa biaya tambahan yang perlu diperhitungkan, seperti:
- Komisi platform.
- Biaya promosi.
- Biaya kemasan.
- Voucher atau diskon.
- Pajak dan biaya layanan tertentu.
Karena itu, menggunakan harga yang sama antara dine-in dan online sering kali membuat margin keuntungan menjadi lebih kecil.
Faktor yang Memengaruhi Rumus Harga Jual
Sebelum menentukan harga jual, owner perlu memahami beberapa faktor berikut.
| Faktor | Pengaruh |
|---|---|
| HPP | Menentukan biaya dasar produk |
| Komisi Platform | Mengurangi pendapatan bersih |
| Biaya Operasional | Menambah total biaya produksi |
| Target Margin | Menentukan keuntungan |
| Harga Kompetitor | Menjaga daya saing |
Semakin lengkap perhitungan yang dilakukan, semakin akurat pula harga jual yang ditetapkan.
Cara Menghitung Rumus Harga Jual

Sebelum menentukan harga jual di ShopeeFood, GrabFood, atau GoFood, owner perlu mengetahui terlebih dahulu seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan satu porsi menu. Dengan begitu, harga yang ditetapkan tidak hanya menarik bagi pelanggan, tetapi juga tetap memberikan keuntungan bagi bisnis.
Secara umum, rumus harga jual dapat dihitung dengan formula berikut.
Rumus Harga Jual = Total Biaya Produksi + Target Keuntungan
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh perhitungannya.
Misalnya satu porsi Chicken Rice Bowl memiliki rincian biaya sebagai berikut:
- HPP bahan baku = Rp18.000
- Biaya kemasan = Rp2.000
- Biaya operasional = Rp5.000
Total biaya produksi:
Rp18.000 + Rp2.000 + Rp5.000 = Rp25.000
Apabila owner menginginkan keuntungan sebesar 40%, maka perhitungannya menjadi:
Target keuntungan = 40% × Rp25.000 = Rp10.000
Sehingga:
Harga jual = Rp25.000 + Rp10.000 = Rp35.000
Namun, apabila menu tersebut dijual melalui aplikasi online food delivery, perhitungan tersebut belum cukup karena masih ada biaya komisi dari platform yang perlu diperhitungkan.
Baca Juga: 3 Cara Menentukan Harga Jual Makanan yang Efektif!
Cara Menentukan Harga Jual di ShopeeFood, GrabFood, dan GoFood

Menentukan harga jual di platform online tidak bisa hanya menyalin harga dine-in. Owner perlu memperhitungkan seluruh biaya tambahan agar keuntungan yang diperoleh tetap sesuai target.
Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan.
1. Hitung Harga Pokok Penjualan (HPP)
Mulailah dengan menghitung seluruh biaya bahan baku yang digunakan untuk membuat satu porsi menu.
Contohnya:
- Ayam = Rp10.000
- Nasi = Rp3.000
- Sambal = Rp2.000
- Sayuran = Rp1.500
- Bumbu = Rp1.500
Total HPP = Rp18.000
2. Tambahkan Biaya Operasional
Selain bahan baku, masukkan juga biaya operasional yang berkaitan dengan produksi, seperti:
- Kemasan
- Gas
- Listrik
- Air
- Gaji karyawan
- Biaya penyusutan peralatan
Misalnya total biaya operasional per porsi sebesar Rp7.000.
Total biaya menjadi:
Rp18.000 + Rp7.000 = Rp25.000
3. Perhitungkan Komisi Platform
Platform seperti ShopeeFood, GrabFood, dan GoFood umumnya mengenakan komisi kepada merchant. Persentasenya dapat berbeda tergantung jenis kerja sama dan program yang diikuti.
Karena itu, owner perlu memastikan bahwa harga jual masih mampu menutupi potongan komisi tersebut tanpa mengurangi target keuntungan.
4. Tentukan Target Margin Keuntungan
Setelah seluruh biaya dihitung, tentukan margin keuntungan yang ingin diperoleh.
Sebagai contoh:
- Total biaya = Rp25.000
- Margin keuntungan = 40%
Maka:
Harga jual = Rp25.000 + (40% × Rp25.000) = Rp35.000
Apabila diperlukan penyesuaian karena adanya komisi platform atau promo tertentu, owner dapat menaikkan harga secara proporsional agar keuntungan tetap terjaga.
5. Bandingkan dengan Harga Kompetitor
Langkah terakhir adalah membandingkan harga jual dengan kompetitor yang memiliki kategori menu serupa.
Perhatikan beberapa aspek berikut:
- Harga rata-rata produk sejenis.
- Porsi yang ditawarkan.
- Nilai tambah yang diberikan.
- Target pasar yang dituju.
Jangan hanya berusaha menjadi yang paling murah. Fokuslah pada harga yang sesuai dengan kualitas produk dan tetap memberikan keuntungan bagi bisnis.
Baca Juga: Cara Menentukan Harga Jual Makanan Secara Efektif
Cara Menentukan Margin Keuntungan yang Ideal

Menentukan margin keuntungan merupakan salah satu langkah penting dalam menyusun rumus harga jual. Margin yang terlalu kecil dapat membuat bisnis sulit berkembang, sedangkan margin yang terlalu besar berisiko membuat harga menjadi kurang kompetitif.
Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menentukan margin keuntungan antara lain:
- Target laba yang ingin dicapai.
- Biaya operasional harian.
- Komisi platform online.
- Harga kompetitor.
- Nilai jual produk yang ditawarkan.
Tidak ada angka margin yang berlaku untuk semua bisnis. Oleh karena itu, owner perlu menyesuaikannya dengan kondisi operasional dan strategi bisnis agar harga tetap kompetitif sekaligus memberikan keuntungan yang sehat.
Baca Juga: Mengenal Jenis Cafe Profit Margin Serta Cara Menghitungnya
Perlukah Harga Menu Online dan Offline Dibedakan?

Banyak owner masih ragu apakah harga menu di ShopeeFood, GrabFood, dan GoFood harus sama dengan harga dine-in.
Pada praktiknya, banyak bisnis kuliner menerapkan harga yang berbeda karena terdapat biaya tambahan pada penjualan melalui platform online, seperti komisi, biaya promosi, dan biaya kemasan.
Namun, penyesuaian harga tetap perlu dilakukan secara wajar agar pelanggan tidak merasa dirugikan.
Beberapa tips yang dapat diterapkan:
- Sesuaikan harga dengan total biaya yang dikeluarkan.
- Hindari selisih harga yang terlalu jauh.
- Pastikan kualitas produk tetap konsisten.
- Evaluasi harga secara berkala mengikuti perubahan biaya operasional.
Dengan strategi yang tepat, owner dapat menjaga keseimbangan antara kepuasan pelanggan dan keuntungan bisnis.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Menentukan Harga Jual
| Kesalahan | Dampak |
|---|---|
| Tidak menghitung HPP | Harga terlalu rendah |
| Mengabaikan komisi aplikasi | Margin menurun |
| Menyamakan harga dine-in dan online | Profit berkurang |
| Tidak menghitung biaya kemasan | Keuntungan tidak sesuai target |
| Tidak mengevaluasi harga | Sulit bersaing |
Dengan menghindari kesalahan tersebut, owner dapat menentukan harga jual yang lebih akurat sekaligus menjaga keuntungan bisnis.
Tips Menjaga Profit Meskipun Menggunakan Platform Online

Selain menentukan harga yang tepat, ada beberapa strategi yang dapat membantu menjaga keuntungan.
Beberapa di antaranya:
- Fokus menjual menu dengan margin tinggi.
- Gunakan paket bundling.
- Terapkan upselling.
- Kurangi food waste.
- Evaluasi performa menu secara berkala.
Strategi tersebut membantu bisnis tetap memperoleh keuntungan meskipun terdapat biaya komisi dari platform.
Baca Juga: Laporan Penjualan Cafe yang Harus Dipantau Owner Setiap Hari
Cara Mengelola Harga Jual dengan Lebih Akurat
Banyak bisnis kuliner masih menghitung harga jual menggunakan spreadsheet atau bahkan secara manual.
Masalah yang sering terjadi:
- HPP tidak diperbarui.
- Harga jual sulit dievaluasi.
- Perubahan biaya tidak langsung tercatat.
- Owner kesulitan mengetahui keuntungan setiap produk.
- Perhitungan rentan terjadi human error.
Di sinilah pentingnya menggunakan sistem yang mampu membantu mengelola data penjualan dan operasional secara lebih terintegrasi.
Tantri.id memiliki fitur, di antaranya:
Dengan fitur tersebut, owner dapat memantau penjualan, mengelola stok bahan baku, serta membantu proses evaluasi harga jual berdasarkan data operasional yang lebih akurat.
Artinya, penentuan harga jual tidak lagi hanya berdasarkan perkiraan, tetapi didukung oleh data yang lebih lengkap sehingga keputusan bisnis menjadi lebih tepat dan minim human error.
Kenapa Tantri.id Berbeda?
Banyak aplikasi kasir hanya memberikan sistem, lalu selesai.
Tantri berbeda, tidak hanya menyediakan aplikasi kasir dengan 160+ fitur khusus bisnis kuliner, tetapi juga memberikan pendampingan agar bisnis Anda berkembang.

After-sales Tantri meliputi:
- Grup WhatsApp khusus merchant
- Listing bisnis di Food Bazaar
- Dukungan promosi melalui sosial media
- Support operasional yang responsif
Artinya, Anda tidak berjalan sendiri. Anda punya partner yang membantu mengoptimalkan sistem sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis.
FAQ – Rumus Harga Jual
Q: Apa yang dimaksud rumus harga jual?
A: Rumus harga jual adalah metode menghitung harga produk dengan mempertimbangkan biaya produksi, operasional, dan keuntungan yang diinginkan.
Q: Mengapa harga di ShopeeFood dan GoFood lebih mahal?
A: Karena owner perlu memperhitungkan komisi platform, biaya kemasan, promo, dan biaya operasional lainnya.
Q: Apakah harga dine-in dan online harus sama?
A: Tidak harus. Banyak bisnis menerapkan harga yang berbeda agar margin keuntungan tetap terjaga.
Q: Bagaimana cara menentukan margin keuntungan?
A: Margin dapat disesuaikan dengan target bisnis, kondisi pasar, serta biaya operasional yang dikeluarkan.
Q: Mengapa HPP penting dalam menentukan harga jual?
A: Karena HPP menjadi dasar utama dalam menghitung harga jual agar bisnis tidak mengalami kerugian.
Kesimpulan
Menentukan rumus harga jual yang tepat merupakan langkah penting agar bisnis kuliner tetap memperoleh keuntungan, baik untuk penjualan dine-in maupun melalui platform online.
Dengan memperhitungkan HPP, biaya operasional, komisi aplikasi, dan target keuntungan, owner dapat menetapkan harga yang lebih kompetitif sekaligus tetap menguntungkan.
Melakukan evaluasi harga secara berkala juga membantu bisnis menyesuaikan strategi dengan perubahan biaya dan kondisi pasar.
Jika Anda ingin mengelola harga jual, penjualan, dan operasional bisnis kuliner dengan lebih praktis, kunjungi website Tantri.id untuk mencoba demo atau berkonsultasi bersama tim Tantri.







