Tren bisnis F&B terus mengalami perubahan seiring berkembangnya gaya hidup dan kebiasaan konsumen. Konsep cafe atau restoran yang populer beberapa tahun lalu belum tentu memberikan daya tarik yang sama pada 2026. Jika owner tidak mengikuti perubahan pasar, bisnis dapat kehilangan peluang dan semakin sulit bersaing.

Menurut Mordor Intelligence, segmen cafe dan bar di Indonesia diproyeksikan tumbuh sebesar 15,23% per tahun hingga 2031. Pertumbuhan ini didorong oleh urbanisasi dan perubahan gaya hidup konsumen muda, sehingga perkembangan tren bisnis cafe menjadi semakin penting untuk diperhatikan oleh pelaku usaha.

Selain itu, Menurut IMARC Group, pasar foodservice Indonesia mencapai US$50,3 miliar pada 2025 dan diproyeksikan tumbuh hingga US$129,5 miliar pada 2034. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa peluang bisnis F&B masih terbuka, tetapi persaingan juga akan semakin berkembang.

Karena itu, memahami tren bisnis F&B dapat membantu owner melihat peluang baru dan menentukan strategi yang lebih relevan. Artikel ini akan membahas perkembangan tren bisnis, alasan owner perlu memahaminya, cara mengikuti perubahan pasar, hingga berbagai tren F&B yang berkembang di tahun 2026.

Apa Itu Tren Bisnis F&B?

apa itu tren bisnis

Tren bisnis F&B adalah perubahan pola, konsep, strategi, atau kebiasaan konsumen yang memengaruhi perkembangan bisnis makanan dan minuman dalam periode tertentu.

Tren tersebut dapat muncul karena berbagai faktor, seperti:

  • Perubahan gaya hidup konsumen.
  • Perkembangan teknologi.
  • Munculnya kebiasaan konsumsi baru.
  • Perubahan daya beli pelanggan.
  • Perkembangan layanan digital.
  • Persaingan bisnis kuliner.

Contohnya, coffee shop dahulu lebih banyak digunakan sebagai tempat menikmati kopi. Saat ini, banyak pelanggan menggunakan cafe sebagai tempat bekerja, meeting, belajar, hingga mengikuti kegiatan komunitas.

Perubahan tersebut mendorong munculnya tren bisnis cafe dengan konsep hybrid dan ruang multifungsi.

Hal yang sama terjadi pada restoran. Trend bisnis restoran mulai bergerak ke arah efisiensi operasional, digital ordering, personalisasi menu, dan penggunaan data dalam pengambilan keputusan.

Artinya, tren bisnis F&B tidak hanya berkaitan dengan menu viral. Perubahan cara pelanggan membeli, memesan, dan menikmati produk juga menjadi bagian dari perkembangan industri kuliner.

Mengapa Owner Perlu Memahami Tren Bisnis?

owner perlu memahani tren bisnis

Mengikuti tren bukan berarti owner harus selalu meniru bisnis yang sedang viral.

Tujuan memahami tren bisnis adalah mengetahui perubahan kebutuhan pasar dan menemukan peluang yang relevan dengan kondisi bisnis.

Beberapa manfaat memahami tren bisnis antara lain:

  • Membantu melihat perubahan perilaku pelanggan.
  • Menemukan peluang pengembangan produk.
  • Membantu bisnis tetap kompetitif.
  • Menjadi dasar pengembangan konsep bisnis.
  • Membantu menentukan strategi operasional.

Berikut gambaran pengaruh tren terhadap bisnis F&B.

Perubahan TrenDampak bagi Bisnis
Pelanggan membutuhkan tempat kerjaCafe mulai menyediakan ruang multifungsi
Pemesanan semakin digitalBisnis mulai menggunakan digital ordering
Konsumen mencari menu unikMuncul berbagai signature drink
Biaya operasional meningkatRestoran fokus pada efisiensi
Persaingan semakin tinggiOwner mulai menggunakan data bisnis

Dengan memahami perubahan tersebut, owner dapat menentukan strategi berdasarkan kebutuhan pasar, bukan hanya mengikuti kompetitor.

Baca Juga: Tren Teknologi Restoran 2026 yang Wajib Dipahami Owner F&B

Cara Mengikuti Tren Bisnis F&B dengan Tepat

cara mengikuti tren bisnis

Tidak semua tren cocok diterapkan pada setiap bisnis. Owner perlu melakukan evaluasi sebelum mengubah menu, konsep, atau sistem operasional.

1. Kenali Perubahan Perilaku Pelanggan

Perhatikan bagaimana kebiasaan pelanggan berubah.

Owner dapat melihat:

  • Menu yang semakin sering dipesan.
  • Waktu kunjungan pelanggan.
  • Metode pemesanan yang digunakan.
  • Produk yang mulai kehilangan peminat.
  • Masukan dari pelanggan.

Informasi tersebut dapat membantu bisnis mengetahui perubahan kebutuhan pasar secara lebih cepat.

2. Gunakan Data Penjualan

Jangan menentukan strategi hanya karena sebuah konsep sedang viral.

Gunakan data penjualan untuk melihat:

  • Produk yang banyak terjual.
  • Jam transaksi paling ramai.
  • Nilai penjualan harian.
  • Menu dengan penjualan rendah.
  • Performa setiap outlet.

Data membantu owner mengetahui apakah sebuah tren benar-benar relevan dengan kondisi bisnis.

3. Lakukan Uji Coba dalam Skala Kecil

Sebelum melakukan perubahan besar, lakukan pengujian terlebih dahulu.

Contohnya:

  • Menjual seasonal menu selama satu bulan.
  • Menguji satu signature drink.
  • Menjalankan digital ordering pada satu outlet.
  • Membuat satu area kerja di dalam cafe.

Hasil pengujian dapat menjadi dasar sebelum strategi diterapkan dalam skala lebih besar.

4. Evaluasi Hasil Strategi

Setelah menerapkan tren tertentu, lakukan evaluasi.

Perhatikan:

  • Perubahan omzet.
  • Jumlah transaksi.
  • Respons pelanggan.
  • Biaya operasional.
  • Keuntungan yang diperoleh.

Dengan evaluasi rutin, owner dapat mengetahui apakah strategi perlu dipertahankan, dikembangkan, atau dihentikan.

Tren Bisnis F&B yang Berkembang di Tahun 2026

tren bisnis yang berkembang 2026

Perubahan perilaku pelanggan dan perkembangan teknologi mendorong munculnya berbagai konsep baru dalam industri F&B.

Berikut beberapa tren yang dapat diperhatikan oleh owner.

Tren BisnisPeluang bagi Owner
Hybrid Coffee ShopMenambah fungsi dan pengalaman cafe
Bakery ArtisanalMeningkatkan nilai produk
Minuman BerasaMengembangkan variasi menu
Personalisasi MenuMemberikan pengalaman lebih fleksibel
Digital OrderingMempermudah proses pemesanan
Micro Coffee ShopMenekan kebutuhan ruang operasional

1. Coffee Shop dengan Konsep Hybrid (Cafe + Space Multifungsi)

Coffee shop tidak lagi sekadar menjadi tempat ngopi, tetapi juga berkembang menjadi pusat berbagai aktivitas. Pada 2026, konsep hybrid space menjadi salah satu tren bisnis cafe yang semakin menarik untuk diperhatikan.

Karakteristik trennya:

  • Coffee shop menjadi coworking mini dengan colokan listrik, internet stabil, dan ruang meeting kecil.
  • Muncul konsep cafe sekaligus retail yang menjual biji kopi, alat seduh, merchandise, hingga produk lainnya.
  • Area outdoor dan semi-outdoor menjadi bagian dari pengalaman pelanggan.
  • Cafe digunakan sebagai tempat workshop atau kegiatan komunitas.

Konsep hybrid memberikan lebih banyak alasan bagi pelanggan untuk datang dan menghabiskan waktu di cafe.

Dampaknya, coffee shop tidak hanya menjual minuman, tetapi juga pengalaman yang dapat meningkatkan durasi kunjungan dan membuka peluang peningkatan omzet.

Baca Juga: Tren Work From Cafe: Mengapa Kafe Bisa Meningkatkan Fokus dan Produktivitas?

2. Bakery dan Toko Kue Artisanal yang Mengutamakan Bahan Berkualitas

Bakery artisanal dan premium menjadi salah satu tren bisnis F&B yang semakin menarik perhatian.

Berbeda dengan produk massal, bakery artisanal lebih fokus pada kualitas bahan, proses produksi, dan pengalaman pelanggan.

Ciri tren bakery di 2026 antara lain:

  • Produk roti dan pastry menggunakan bahan premium.
  • Menu berfokus pada fresh baked product.
  • Mengembangkan pastry dengan isian unik.
  • Menawarkan produk dalam jumlah terbatas.
  • Menggunakan konsep open kitchen.

Konsep open kitchen membuat proses baking menjadi bagian dari pengalaman pelanggan karena mereka dapat melihat langsung proses pembuatan produk.

Mengapa konsep ini menarik?

Konsumen semakin memperhatikan kualitas produk dan pengalaman yang diperoleh. Bagi bisnis, hal tersebut dapat membantu meningkatkan persepsi nilai sekaligus menjadi pembeda dari kompetitor.

Baca Juga: Tren Bisnis F&B Premium: Rasa dan Visual Jadi Penentu Omzet

3. Minuman Berasa Semakin Kreatif dan Premium

Tahun 2026 menjadi peluang bagi minuman berasa berbasis bubuk atau serbuk yang semakin kreatif dan premium.

Bisnis minuman, coffee shop, booth minuman, hingga bakery mulai memanfaatkan serbuk minuman karena lebih mudah dikembangkan menjadi berbagai variasi menu.

Mengapa Minuman Bubuk Kembali Naik Daun di 2026?

Beberapa alasannya antara lain:

  • Biaya operasional lebih mudah dikontrol.
  • Rasio dan rasa lebih konsisten.
  • Mempermudah pembuatan signature drink.
  • Pilihan rasa semakin beragam.
  • Cocok untuk mengembangkan menu non-coffee.

Bagi owner, penggunaan bahan yang lebih konsisten dapat membantu menjaga standar rasa antar pesanan.

Namun, pengembangan menu tetap perlu disesuaikan dengan karakter pelanggan agar produk tidak hanya mengikuti tren sesaat.

4. Personalisasi Menu dan Digital Ordering

Personalisasi menu menjadi bagian penting dalam perkembangan tren bisnis F&B.

Cafe dan restoran mulai memberikan lebih banyak pilihan kepada pelanggan untuk menyesuaikan pesanannya.

Contohnya:

  • Memilih tingkat kemanisan.
  • Memilih suhu minuman.
  • Mengganti jenis susu.
  • Menambahkan topping.
  • Memilih ukuran produk.

Di sisi lain, digital ordering membantu pelanggan melihat menu dan melakukan pemesanan secara lebih praktis.

Dalam trend bisnis restoran, penggunaan sistem digital juga membantu mempercepat proses pemesanan dan mengurangi ketergantungan pada pencatatan manual.

Bagi owner, data transaksi dari sistem digital dapat digunakan untuk memahami menu yang banyak dipilih serta pola pembelian pelanggan.

5. Rise of Micro Coffee Shop: Modal Lebih Terukur dan Operasional Sederhana

Micro coffee shop menjadi salah satu tren bisnis cafe yang menarik bagi pelaku usaha dengan ruang dan kebutuhan operasional lebih sederhana.

Konsep ini biasanya fokus pada:

  • Menu sederhana seperti espresso based dan signature drink.
  • Sistem take-away.
  • Booth berukuran kecil.
  • Proses pelayanan yang cepat.

Tren ini menarik karena:

  • Kebutuhan ruang lebih kecil.
  • Operasional lebih sederhana.
  • Menu lebih mudah dikontrol.
  • Cocok ditempatkan di area perkantoran, kampus, SPBU, dan minimarket.

Micro coffee shop dapat menjadi peluang bagi pelaku bisnis yang ingin memulai usaha dengan konsep lebih sederhana.

Namun, owner tetap perlu memperhatikan lokasi, kualitas produk, dan kecepatan pelayanan agar bisnis mampu bersaing.

Penggunaan Data Menjadi Bagian Penting dalam Tren Bisnis

penggunaan data menjadi bagian penting

Mengikuti tren bisnis bukan berarti owner harus mencoba seluruh konsep yang sedang populer.

Setiap bisnis memiliki pelanggan, lokasi, menu, dan kondisi operasional yang berbeda.

Karena itu, data dapat membantu owner menentukan tren mana yang relevan untuk diterapkan.

Beberapa data yang perlu diperhatikan antara lain:

  • Produk yang banyak terjual.
  • Waktu transaksi paling ramai.
  • Nilai penjualan harian.
  • Penggunaan bahan baku.
  • Performa setiap outlet.

Melalui data tersebut, owner dapat melakukan evaluasi sebelum mengambil keputusan bisnis.

Dengan begitu, strategi tidak hanya berdasarkan asumsi atau mengikuti kompetitor.

Rekomendasi Supplier Bahan Baku di Bandung

Untuk mengikuti tren bisnis F&B 2026, pemilihan supplier bahan baku menjadi faktor penting agar kualitas produk tetap stabil dan biaya operasional terkontrol.

Nama SupplierKategori Barang
Kopi AromaBiji Kopi
Delta CoffeeBiji Kopi
GMP StainlessKitchenware
Toko Dapur BundaKitchenware
HR DistribusindoBahan Kue
Karunia RasaTBK & Bakery
CafeosSerbuk Minuman
DBD PowderSerbuk Minuman

Sebelum memilih supplier, owner perlu mempertimbangkan kualitas produk, kestabilan stok, harga, dan kemudahan proses pemesanan.

Supplier yang tepat membantu bisnis menjaga konsistensi produk sekaligus mengurangi risiko terganggunya operasional.

Bagaimana Tantri Membantu Bisnis F&B Mengikuti Tren Bisnis di 2026?

bagaimana tantri membantu bisnis f&b

Di tengah perkembangan tren bisnis cafe dan tren bisnis restoran yang semakin kompetitif, pelaku usaha membutuhkan sistem yang mampu membantu operasional berjalan lebih teratur dan mudah dipantau.

Masalah yang sering terjadi:

  • Sulit memantau penjualan.
  • Data stok tidak selalu akurat.
  • Pengelolaan menu masih dilakukan secara manual.
  • Laporan bisnis membutuhkan waktu untuk dikumpulkan.
  • Owner kesulitan memantau operasional.

Tantri.id membantu bisnis F&B mengelola operasional melalui fitur:

Melalui fitur tersebut, owner dapat mengelola transaksi, pemesanan, stok, hingga laporan bisnis dalam sistem yang lebih terintegrasi.

Artinya, mengikuti tren bisnis tidak lagi hanya berdasarkan perkiraan. Owner dapat menggunakan data operasional sebagai dasar evaluasi sehingga keputusan menjadi lebih terukur dan minim human error.

Keunggulan Tantri untuk Cafe, Restoran, dan bisnis F&B lainnya

keunggulan tantri

1. Manajemen Menu Lebih Mudah

Tantri membantu pemilik usaha mengelola berbagai variasi menu, seperti:

  • Menu coffee based.
  • Menu non-coffee.
  • Seasonal drink.
  • Signature drink.

Pengelolaan menu yang lebih terstruktur membantu bisnis menyesuaikan variasi produk dengan perkembangan tren.

2. Pencatatan Stok Bahan Lebih Teratur

Fitur Inventory membantu bisnis mengelola kebutuhan stok bahan seperti:

  • Bubuk minuman.
  • Biji kopi.
  • Filling roti.
  • Susu.
  • Topping.

Owner dapat memantau ketersediaan bahan sehingga kebutuhan operasional lebih mudah dikontrol.

3. Laporan Penjualan untuk Evaluasi Bisnis

Melalui sistem laporan penjualan, owner dapat memantau perkembangan transaksi dan menggunakan data tersebut sebagai bahan evaluasi.

Dengan data yang lebih mudah diakses, owner dapat melihat kondisi bisnis dan menentukan strategi yang lebih relevan terhadap perkembangan pasar.

Baca Juga: Analisis Pasar Coffee Shop Indonesia: Tren & Peluang-nya

Kenapa Tantri.id Berbeda?

Banyak aplikasi kasir hanya memberikan sistem, lalu selesai.

Tantri berbeda, tidak hanya menyediakan aplikasi kasir dengan 160+ fitur khusus bisnis kuliner, tetapi juga memberikan pendampingan agar bisnis Anda berkembang.

After sales berupa upload menu, wa group, training online/offline

After-sales Tantri meliputi:

  • Grup WhatsApp khusus merchant
  • Listing bisnis di Food Bazaar
  • Dukungan promosi melalui sosial media
  • Support operasional yang responsif

Artinya, Anda tidak berjalan sendiri. Anda punya partner yang membantu mengoptimalkan sistem sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis.

FAQ – Tren Bisnis F&B

Q: Apa yang dimaksud tren bisnis F&B?
A: Tren bisnis F&B adalah perubahan pola, konsep, dan strategi dalam industri makanan dan minuman yang berkembang mengikuti kebutuhan pasar.

Q: Apa tren bisnis cafe yang berkembang di tahun 2026?
A: Beberapa tren bisnis cafe meliputi hybrid coffee shop, micro coffee shop, signature drink, personalisasi menu, dan digital ordering.

Q: Apa trend bisnis restoran yang perlu diperhatikan owner?
A: Digital ordering, efisiensi operasional, penggunaan data, dan pengelolaan bisnis secara terintegrasi menjadi beberapa tren yang perlu diperhatikan.

Q: Apakah semua tren bisnis harus diikuti?
A: Tidak. Owner perlu menyesuaikan tren dengan target pelanggan, lokasi, modal, dan kondisi bisnis.

Q: Bagaimana cara memilih tren bisnis yang tepat?
A: Amati perilaku pelanggan, gunakan data penjualan, lakukan uji coba dalam skala kecil, dan evaluasi hasil strategi.

Kesimpulan

Tren bisnis F&B di tahun 2026 terus berkembang mengikuti perubahan gaya hidup, teknologi, dan kebutuhan konsumen.

Mulai dari tren bisnis cafe dengan konsep hybrid, bakery artisanal, minuman berasa, digital ordering, hingga micro coffee shop, setiap tren memberikan peluang yang berbeda bagi pelaku bisnis kuliner.

Di sisi lain, trend bisnis restoran juga semakin mengarah pada penggunaan teknologi dan data untuk membantu operasional berjalan lebih efisien.

Namun, tidak semua tren harus langsung diterapkan. Owner perlu memahami kondisi bisnis dan melakukan evaluasi sebelum menentukan strategi.

Jika Anda ingin mengelola bisnis F&B dengan sistem yang lebih terintegrasi dan berbasis data, kunjungi website Tantri.id untuk mencoba demo atau konsultasi gratis bersama tim Tantri.

solusi