Tren bisnis F&B menunjukkan bahwa industri foodservice tetap kuat meskipun biaya meningkat dan konsumen mulai lebih berhati-hati dalam pengeluaran.
Menariknya, meski frekuensi makan di restoran menurun, permintaan takeaway dan delivery justru terus meningkat dan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri.
Di artikel ini, akan membahas tren bisnis F&B berdasarkan data global, perubahan perilaku konsumen, serta strategi yang bisa diterapkan agar bisnis kuliner tetap kompetitif dan berkembang.
Perubahan Besar dalam Industri Foodservice

Industri foodservice saat ini mengalami salah satu perubahan terbesar dalam beberapa dekade terakhir. Perubahan ini dipengaruhi oleh kombinasi faktor ekonomi, perilaku konsumen, dan perkembangan teknologi.
Beberapa pergeseran utama yang terjadi:
- Konsumen semakin sensitif terhadap harga
- Pengalaman tetap menjadi faktor penting
- Digitalisasi semakin mendominasi operasional
- Konsumen menyeimbangkan antara kebutuhan dan keinginan
Perubahan ini menciptakan tantangan sekaligus peluang bagi pelaku bisnis kuliner.
Baca Juga: Tren Bisnis F&B di Tahun 2026 – Tantri
1. Value & Quality: Menyeimbangkan Harga dan Pengalaman

a. Perubahan Cara Konsumen Menilai Value
Konsumen tidak lagi hanya melihat harga, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman secara keseluruhan.
- Gen Z cenderung fokus pada harga dan promo
- Generasi lebih tua tetap mencari kualitas dan pengalaman premium
b. Konsep Affordable Indulgence
Tren “high-low” menjadi semakin populer, yaitu:
- Produk premium dengan harga terjangkau
- Menu unik namun tetap accessible
- Pengalaman mewah tanpa biaya tinggi
c. Faktor Penentu Value bagi Konsumen
| Faktor | Penjelasan |
|---|---|
| Harga | Tetap penting, terutama bagi Gen Z |
| Pengalaman | Suasana, pelayanan, kenyamanan |
| Sosial media | Konten viral memengaruhi keputusan |
| Emosi | Nostalgia dan comfort food |
Data menunjukkan bahwa 41% Gen Z di UK memilih restoran berdasarkan konten viral.
2. Value beyond price: Pengalaman, Emosi, dan Pengaruh Sosial

Konsumen saat ini menilai value tidak hanya dari harga, tetapi juga dari pengalaman, emosi, dan validasi sosial. Seiring meningkatnya inflasi, ekspektasi pelanggan terhadap kualitas layanan juga semakin tinggi.
Pelanggan kini lebih memperhatikan:
- Porsi makanan
- Kualitas pelayanan
- Suasana restoran
Hal ini membuat konsistensi dan transparansi menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan pelanggan.
a. Peran Media Sosial dalam Keputusan Konsumen
Media sosial menjadi faktor utama dalam menentukan pilihan restoran, terutama bagi generasi muda.
- 41% konsumen usia 16–24 tahun di UK memilih restoran berdasarkan konten viral atau visual menarik
- 18% konsumen di US lebih sering makan sendiri dibandingkan tahun sebelumnya
Selain itu, media sosial juga mengubah persepsi solo dining menjadi bagian dari gaya hidup dan self-care.
b. Nilai Emosional dan Tren Konsumen
Nilai emosional juga menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian, terutama di Asia.
Konsumen tertarik pada:
- Self-care
- Indulgence (kesenangan kecil)
- Reward yang terjangkau
Hal ini menunjukkan bahwa pelanggan tidak hanya mencari makanan, tetapi juga pengalaman emosional.
c. Kesehatan sebagai Bagian dari Value
Selain pengalaman dan emosi, value juga berkaitan dengan manfaat kesehatan.
Di US, konsumen bersedia membayar lebih untuk:
- Menu tinggi protein
- Makanan yang lebih sehat (“better-for-you”)
Pilihan ini dianggap lebih bernilai dibanding klaim sustainability yang kurang jelas.
3. Takeaway & Delivery: Mendefinisikan Ulang Kenyamanan dalam Industri Foodservice

Makan di luar kini semakin dianggap sebagai aktivitas yang bisa dikurangi ketika kondisi keuangan terbatas. Sebanyak 32% konsumen di Inggris berencana mengurangi pengeluaran untuk restoran dan takeaway pada 2025.
Namun, di tengah kondisi tersebut, permintaan takeaway tetap jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi. Hal ini menunjukkan adanya perubahan perilaku yang bersifat jangka panjang.
Menurut riset Mintel, takeaway dan delivery menjadi pendorong utama pertumbuhan industri foodservice, didukung oleh faktor:
- Kemudahan (convenience)
- Harga yang lebih terjangkau
- Perkembangan digital
4. Peran AI dan Automasi dalam Takeaway

Di Inggris, takeaway dan delivery kini menjadi bagian dari rutinitas harian, meskipun frekuensi makan di tempat menurun.
Perkembangan industri dipengaruhi oleh:
- Penggunaan AI dalam operasional
- Optimalisasi sistem delivery
- Digital ordering system
Brand fast food menjadi pendorong utama pemulihan industri karena mampu menggabungkan harga terjangkau dengan teknologi digital dan program loyalitas.
Akuisisi Just Eat Takeaway.com oleh Prosus pada 2025 menunjukkan arah industri menuju automasi, di mana AI digunakan untuk:
- Meningkatkan efisiensi logistik delivery
- Personalisasi pesanan pelanggan
Namun, tantangan utama masih ada, yaitu fragmentasi sistem karena banyak bisnis menggunakan platform terpisah. Solusinya adalah integrasi sistem dalam satu platform omnichannel.
5. Perubahan ke Off-Premise Dining

Di Amerika Serikat, terjadi pergeseran permanen ke off-premise dining.
Diprediksi pada tahun 2028–2029, takeaway dan delivery akan melampaui dine-in di area perkotaan.
Perubahan ini dipicu oleh:
- Tekanan ekonomi
- Kebutuhan akan efisiensi
- Preferensi terhadap kenyamanan
Sebagai respon, banyak brand mulai mengembangkan:
- Dark kitchen
- Model langganan makanan (subscription meal)
Model ini memungkinkan bisnis berkembang tanpa biaya operasional dine-in yang besar.
a. Apa Itu Dark Kitchen?
Dark kitchen (ghost kitchen atau cloud kitchen) adalah konsep dapur tanpa layanan makan di tempat yang fokus pada delivery.
Industri ini diprediksi mencapai $500 miliar pada 2026, meningkat empat kali lipat dibanding 2018.
Keunggulan dark kitchen:
- Efisiensi operasional
- Skalabilitas tinggi
- Fleksibel dalam eksperimen menu
Namun, tantangannya meliputi:
- Menjaga konsistensi produk
- Membangun brand tanpa interaksi fisik
- Persaingan tinggi di platform digital
Dark kitchen mendorong perubahan menuju konsep digital-first dining.
6. Takeaway sebagai Solusi Hemat dan Nyaman

Di Jerman, takeaway terus berkembang dan hampir menyamai dine-in.
- Pasar diproyeksikan mencapai €58 miliar pada 2025
- Hampir 50% konsumen memesan takeaway beberapa kali dalam sebulan
- Lebih dari 50% menganggap takeaway lebih murah dibanding makan di luar
Format bisnis seperti:
- Kebab shop
- Bakery
tetap populer karena memberikan kenyamanan dengan harga terjangkau.
Namun, partisipasi Gen Z mulai sedikit menurun, sehingga brand perlu menggabungkan kualitas dengan harga terjangkau untuk tetap relevan.
7. Kombinasi Convenience dan Transformasi Digital

Di kawasan Asia Pasifik (APAC), tren foodservice didorong oleh:
- Urbanisasi yang cepat
- Gaya hidup yang semakin sibuk
- Akses digital yang tinggi
Negara seperti China dan Asia Tenggara memimpin dalam transformasi digital, dengan penggunaan:
- AI untuk meningkatkan akurasi pesanan
- Automasi untuk mempercepat layanan
- Sistem prediktif untuk mengelola kapasitas dapur
Teknologi ini juga membantu:
- Mengurangi waste
- Meningkatkan efisiensi operasional
- Personalisasi pengalaman pelanggan
Integrasi aplikasi delivery dan ekosistem loyalitas membantu brand membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
8. Fokus pada Kesehatan dan Nutrisi: Munculnya Konsumsi yang Lebih Sadar

Konsumen semakin memperhatikan apa yang mereka konsumsi.
Tren global menunjukkan peningkatan minat terhadap:
- Makanan minim proses
- Menu dengan manfaat kesehatan
- Transparansi bahan
Perubahan ini mencerminkan pergeseran menuju pola konsumsi yang lebih sadar, yang menggabungkan:
- Kesehatan
- Kenyamanan
- Value
Baca Juga: Tren Bisnis Makanan Sehat: Peluang Besar & Cara Memulai – Tantri
9. Menyeimbangkan Kesehatan dan Harga

Di Inggris, konsumen menginginkan makanan yang sehat namun tetap terjangkau.
Hal ini menjadi tantangan bagi bisnis, terutama segmen restoran tradisional seperti pub.
Data menunjukkan:
- Hanya 64% konsumen usia 16–44 tahun mengunjungi pub pada 2025
- Dibandingkan hampir 80% pada generasi lebih tua
Konsumen muda lebih memilih:
- Menu sehat
- Variasi makanan
- Opsi yang lebih praktis
10. Protein dan Performa sebagai Tren Utama
Di Amerika Serikat, regulasi FDA yang lebih ketat mendorong brand untuk meningkatkan transparansi menu.
Konsumen kini mencari:
Banyak konsumen bersedia membayar lebih untuk makanan yang memberikan manfaat nyata.

Contohnya, Starbucks menampilkan kandungan protein langsung pada deskripsi menu seperti:
- Bacon, Gouda & Egg Sandwich
- Protein snack box
Menu ini diposisikan sebagai pilihan praktis untuk konsumen dengan gaya hidup sibuk.
11. Snacking: Pola Makan Baru dalam Industri Foodservice
Snacking telah berkembang dari sekadar camilan menjadi bagian penting dalam pola konsumsi modern. Tren ini mengubah kebiasaan makan tradisional dan semakin memengaruhi industri foodservice secara global.

Konsumen kini melihat snack sebagai:
- Pilihan yang lebih terjangkau
- Sumber energi praktis
- Alternatif makan yang fleksibel
Perubahan ini terutama terlihat pada generasi muda yang menjadikan snacking sebagai solusi hemat di tengah tekanan ekonomi.
12. Snacking sebagai Indulgence yang Terjangkau
Di Jerman, tren snacking terus meningkat, khususnya di kalangan Gen Z.
- Partisipasi snacking mencapai 35% pada akhir 2024
- Hampir 60% Gen Z di Jerman makan atau memesan makanan khusus untuk snack
Meskipun keterlibatan keseluruhan dalam foodservice sedikit menurun, generasi muda tetap aktif melalui snacking.
Konsumen Gen Z menginginkan:
- Harga terjangkau
- Fleksibilitas
- Variasi menu
Brand seperti McDonald’s memanfaatkan tren ini melalui program seperti McSmart Snacks, yang menawarkan menu hemat mulai dari €5,99.

13. Tren Sustainability dalam Industri Foodservice
Sustainability kini menjadi kebutuhan utama dalam industri foodservice, bukan sekadar nilai tambahan.

Namun, keputusan pembelian tetap dipengaruhi oleh faktor praktis.
Hal ini menunjukkan bahwa sustainability harus tetap:
- Mudah diakses
- Tidak menambah biaya
- Tidak mengurangi kenyamanan
a. Transparansi sebagai Kunci Kepercayaan
Konsumen semakin menuntut transparansi dalam praktik sustainability.
Di Amerika Serikat, sustainability juga mencakup:
- Etika tenaga kerja
- Sumber bahan baku
Namun, tekanan ekonomi membuat konsumen lebih berhati-hati dalam membayar lebih untuk aspek ini.
b. Preferensi Lokal dan Praktik Berkelanjutan
Di Jerman, sustainability dianggap sebagai standar dasar.
- 84% konsumen menginginkan bahan musiman
- 74% memilih bahan lokal
Sementara itu, di Asia, sustainability terus berkembang, terutama dengan dukungan teknologi seperti:
- AI untuk manajemen stok
- Transparansi rantai pasok
- Pengurangan limbah
Generasi Gen Z dan Millennials menjadi pendorong utama tren ini dengan lebih memilih brand yang benar-benar menerapkan sustainability.
14. Experiential Dining: Pengalaman sebagai Nilai Utama
Experiential dining menjadi salah satu tren utama dalam industri foodservice, di mana konsumen tidak hanya mencari makanan, tetapi juga pengalaman.

Konsumen kini menginginkan:
- Suasana yang menarik
- Cerita di balik makanan
- Interaksi dan koneksi
a. Perkembangan Experiential Dining di Berbagai Negara
Di UK, experiential dining berkembang melalui kolaborasi dan konsep hospitality baru, termasuk di venue olahraga yang kini menjadi pusat pengalaman kuliner.
Contohnya:
- Brighton & Hove Albion FC menghadirkan pengalaman dining premium
- Fulham FC menawarkan layanan hospitality dengan standar Michelin
b. Preferensi Konsumen Global terhadap Experiential Dining
| Wilayah | Preferensi Konsumen |
|---|---|
| UK | 41% Gen Z memilih restoran dari konten viral |
| US | 40% konsumen menyukai pengalaman makan interaktif |
| Jerman | 33% Gen Z menyukai konsep hybrid dining |
| Asia | Populer dengan konsep immersive & chef-led dining |
Experiential dining menunjukkan bahwa pengalaman kini menjadi faktor utama dalam menarik dan mempertahankan pelanggan.
15. Transformasi Digital dalam Industri Foodservice

Teknologi mengubah cara konsumen memesan, menikmati, dan merasakan pengalaman makan. Di sisi lain, teknologi juga membantu pelaku bisnis menghadapi tantangan seperti:
- Kekurangan tenaga kerja
- Kenaikan biaya operasional
- Inefisiensi operasional
Transformasi ini mencakup:
- Personalisasi berbasis AI
- Automasi operasional
- Dynamic pricing
16. Automasi Mendorong Personalisasi

Penggunaan AI dan robotik kini sudah diterapkan di berbagai aspek operasional, baik di front of house maupun back of house.
Contohnya:
- Food court otomatis
- Drive-thru berbasis AI di brand seperti Popeyes dan KFC
Data penting:
Namun, teknologi tetap memiliki batas.
- Hampir setengah konsumen di UK masih menginginkan kombinasi teknologi dan interaksi manusia
- Konsumen di Jerman juga tetap menekankan pentingnya koneksi emosional dalam pelayanan
Hal ini menunjukkan bahwa teknologi seharusnya:
- Mendukung pelayanan
- Bukan menggantikan hospitality sepenuhnya
17. Asia Memimpin Transformasi Digital

Kawasan Asia Pasifik (APAC), khususnya China dan Asia Tenggara, menjadi pemimpin dalam inovasi foodservice berbasis teknologi.
Beberapa implementasi utama:
- Platform delivery berbasis AI
- Virtual restaurant
- Smart kitchen equipment
Teknologi digunakan untuk:
- Memprediksi permintaan
- Mengotomatisasi stok
- Mengurangi waste
- Personalisasi menu berdasarkan kebutuhan konsumen
Tren Foodservice ke Depan

Industri foodservice saat ini berada dalam fase perubahan besar yang dipengaruhi oleh:
- Ketidakpastian ekonomi
- Perubahan ekspektasi konsumen
- Perkembangan teknologi
Konsumen kini mencari keseimbangan antara:
- Harga yang terjangkau
- Kualitas produk
- Kepuasan emosional
Selain itu, faktor berikut menjadi penentu utama dalam keputusan konsumen:
- Convenience
- Digital experience
- Sustainability
Tren seperti:
- Takeaway dan delivery
- Snacking
- Experiential dining
menjadi pendorong utama pertumbuhan industri.
Bisnis yang mampu beradaptasi dengan inovasi seperti:
- Dark kitchen
- Personalisasi berbasis AI
- Menu sehat dan lokal
akan lebih mudah membangun loyalitas pelanggan dan tetap relevan di pasar.
Di sisi lain, aspek seperti:
- Keaslian brand
- Koneksi sosial
- Pengalaman pelanggan
tetap menjadi faktor penting dalam memenuhi ekspektasi konsumen.
Baca Juga: Tren F&B Indonesia : Konsumen & Tren Pasar – Tantri
Kelola Operasional Lebih Efisien dengan Tantri.id

Salah satu tren utama dalam industri F&B adalah efisiensi operasional dan penggunaaSalah satu tren utama dalam industri F&B adalah efisiensi operasional dan penggunaan teknologi.
Dengan fitur Point of Sales (POS) & Laporan Penjualan Tantri.id, Anda bisa:
- Memantau penjualan secara real-time
- Mengetahui menu paling laris
- Menganalisis performa bisnis
- Mengambil keputusan berbasis data
Selain itu, fitur Manajemen Stok & HPP Tantri.id membantu:
- Mengontrol biaya bahan baku
- Mengurangi waste
- Menjaga margin keuntungan
Untuk mendukung operasional yang lebih terintegrasi, fitur Order Management Tantri.id memungkinkan Anda:
- Mengelola pesanan dari berbagai channel (dine-in, takeaway, delivery)
- Mengirim order langsung ke dapur secara otomatis
- Mengurangi kesalahan pesanan
- Mempercepat alur pelayanan pelanggan
Dengan sistem yang terintegrasi, operasional bisnis menjadi lebih rapi, efisien, dan minim human error, sesuai dengan tren industri F&B saat ini.
Baca Juga: Order Management System Terbaik untuk Bisnis F&B – Tantri
Kenapa Tantri.id Berbeda

Tantri.id tidak hanya menyediakan sistem aplikasi kasir, tetapi juga membantu perkembangan bisnis Anda.
Anda akan mendapatkan:
- Grup WhatsApp khusus merchant
- Listing bisnis di Food Bazaar
- Dukungan promosi
- Support operasional responsif
Artinya, Anda tidak hanya mengikuti tren, tetapi juga didampingi untuk berkembang.
FAQ – Tren Bisnis F&B
Q: Sebenarnya apa yang dimaksud dengan tren bisnis F&B untuk usaha restoran saya?
A: Tren bisnis F&B adalah perubahan perilaku konsumen dan strategi industri yang memengaruhi cara bisnis kuliner Anda beroperasi.
Q: Kenapa saya sebagai owner perlu mengikuti tren F&B?
A: Karena tren menentukan apa yang diinginkan pelanggan dan bagaimana bisnis Anda harus beradaptasi agar tetap kompetitif.
Q: Apakah saya harus mengikuti semua tren F&B yang ada?
A: Tidak. Anda cukup memilih tren yang sesuai dengan konsep dan target market bisnis Anda.
Q: Tren F&B apa yang paling penting untuk bisnis saya saat ini?
A: Value for money, pengalaman pelanggan, efisiensi operasional, dan digitalisasi menjadi tren utama saat ini.
Q: Bagaimana cara saya mengikuti tren F&B tanpa mengganggu operasional bisnis?
A: Gunakan data, evaluasi operasional secara berkala, dan manfaatkan teknologi untuk mendukung efisiensi bisnis Anda.
Kesimpulan
Tren bisnis F&B menunjukkan bahwa industri kuliner terus berkembang mengikuti perubahan perilaku konsumen dan kondisi pasar.
Bisnis yang mampu beradaptasi dengan tren seperti value-driven consumption, pengalaman pelanggan, inovasi relevan, efisiensi, dan koneksi emosional akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang.
Coba demo gratis Tantri.id sekarang dan lihat bagaimana sistem yang tepat membantu bisnis kuliner Anda mengikuti tren dan berkembang lebih efisien.







